Oleh: Shofiatul Fajriyah | November 5, 2011

Tentang Perasaan…..

—–19

Maha Suci Engkau ya Allah, yang telah menciptakan perasaan. Maha besar Engkau yang telah menciptakan ada dan tiada.
Hidup ini adalah penghambaan. Tarian penghambaan yang sempurna

Tak ada milik dan Pemilik selain Engkau

Tak ada punya dan mempunyai selain Engkau

Tetapi mengapa Kau harus menciptakan perasaan? Mengapa Kau harus memasukkan bongkah yang disebut dengan ‘perasaan’ itu pada mahluk ciptaan-Mu?
Perasaan kehilangan…perasaan memiliki…perasaan mencintai….

Kami tak melihat, Kau berikan mata; Kami tak mendengar, Kau berikan telinga; kami tak bergerak, Kau berikan kaki. Kau berikan berpuluh-puluh nikmat lainnya. Jelas sekali semua itu berguna…..

Tetapi mengapa Kau harus menciptakan bongkah itu? Mengapa Kau letakkan bongkah perasaan yang seringkali menjadi pengkianat sejati dalam tubuh kami, mengapa?

—-20
Ya Robb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini
Engkaulah penjelasan atas kehidupan atas kehidupan ini…
Perasaan ini datang dari-Mu
Perasaan itu juga akan kembali kepada-Mu
Kami hanya menerima titipan…
Dan semua itu ada sungguh karena-Mu

Katakan wahai semua pecinta dunia.
Katakanlah ikrar cinta itu hanya karena-Nya.
Katakanlah semua kerinduan itu hanya karena-Nya
Katakanlah semua getar rasa itu hanya karena Allah

Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang menciptakan dunia dengan kasih sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati

Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikat-Nya

Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajah-Nya.

Wajah yang membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh,

Layu bagai api yang tidak pernah panas membakar, Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku…..

*rewrite from footnote Hafalan Sholat Delisa
4 Nopember 2011, saat perasaan tak mampu ‘dikendalikan’


Responses

  1. 🙂 jika “ini” begitu pentingnya… mungkin Al Quran akan membahasnya banyak. tapi ternyata “ini” tak cukup banyak dibahas.😀 *begitu bukan kutipan TL*
    masih banyak yang jauuuuuuhhh lebih penting daripada “ini”

    • hahaha iya, tak banyak dibahas, tapi klo sudah terinfeksi, efeknya nggilani. klo dah sadar, ntar mikirnya ‘kok bodoh bgt ya’ hahaha. tapi begitulah hidup. klo ga gitu ga seru. semua adalah anugerah dan titpan. solusinya jangan mau lama2 terinfeksi, berapa hari li? maks 2 hari yak??? haha😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: