Oleh: Shofiatul Fajriyah | Desember 10, 2011

Formulasi Cream Muka

Krim adalah bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat yang terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Istilah ini secara tradisional telah digunakan untuk sediaan setengan padat yang mempunyai konsistensi relatif cair diformulasikan sebagai emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air. Sekarang ini batasn tersebut lebih diarahkan untuk produk yang terdiri dari emulsi minyak dalam air atau dispersi mikrokristal asam-asam lemak atau alkohol berantai panjang dlam air, yang dapat dicuci dengan air dan lebih ditujukan untuk penggunaan kosetika dan estetika (Anonim, 1995)

Krim yang dibuat pada praktikum ini menggunakan basis lemak dan minyak sebagai berikut

1. Cera Alba (Malam putih)

Malam putih adalah hasil pemurnian dan pengelantangan Malam Kuning yang diperoleh dari sarang lebah madu Apis melifera Linne (Familia Apidae) dan memenuhi syarat uji kekeruhan penyabunan

Pemerian : Padatan putih kekuningan, sedikit tembus cahaya dalam keadaan lapisan tipis, bau khas lemah dan bebas bau tengik. Bobot jenis lebih kurang 0,95%

Kelarutan : Tidak larut dalam air, agak sukar larut dalm etanol dingin, Etanol mendidih melarutkan asam serotat dan bagian dari mirisin, yang merupakan kandungan malam putih. Larut sempurana dalam kloroform, dalam eter, dalam minyak lemak dan minyak atsiri (Anonim, 1995)

2. Parafin

Parafin adalh campuran hidrokarbon padat yang dimurnikan yang diperoleh dari minyak tanah

Pemerian : Hablur tembus cahaya atau agak buram; tidak berwarna atau putih; tidak berbau; tidak berasa; agak berminyak

Kelarutan : Tidak larut dalam air dan dalam etanol, mudah larut dalam kloroform, dalam eter, dalam minyak menguap dalam hampir semua jenis minyak lemak hangat, sukar larut dalam etanol mutlak (Anonim, 1995)

3.  Adeps lanae

Lemak bulu domba adalh zat serupa lemak yang dimurnikan, diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne (Familia Bovidae) yang dibersihkan dandihilangkan warna dan baunya. Mengandung air tidak lebih dari 0,25%. Boleh mengandung antioksidan yang sesuai tidak lebih dari 0,02%.

Pemerian massa seperti lemak, lengket, warna kuning dan bau khas

Kelarutan : Tidak larut dalam air, dapat bercampur dengan air lebih kurang 2 kali beratnya; agak sukar larut dlam etanol dingin, lebih larut dalam etanol panas; mudah larut dalam eter dan dalam kloroform (Anonim, 1995)

4. Spermaceti

Cream Tabir Surya

Cream tabir surya adalah cream kosmetika yang dapat menyaring sinar matahari (sun screen) atau bahkan yang dapat menahan seluruh sinar matahari (sun block) untuk mengurangi efek buruk sinar matahari tersebut. Ada dua macam komponen sinar ultraviolet yang mencapai bumi, yaitu UVA (320-400 nm) dan UVB (290-320). UVB merupakan komponen yang mempunyai daya rusak tinggi pada kulit, sedangkan UVA lebih condong dapat merusak kulit dengan bantuan dari berbagai macam foto sensitizer kimia baik alami maupun sintetik yang terdapat pada kulit

Bahan tanaman yang digunakan dalam cream tabir surya adalah Daun Plantago mayor Lin. Berikut Taksonomi dari Plantago mayor;

Divisi                   : Spermatophyta

Anak divisi          : Angiospermae

Kelas                  : Dicotyledonae

Bangsa                : Dialylpetalae

Suku                   : Plantaginaceae

Marga                 : Plantago

Jenis                    : Plantago mayor L

Kandungan

Lendir, glikosida aukubin, invertin, emulsin, vitamin C, asam sitrat, tanin ( Anonim, 1977), flavonid

Penggunaan

Astringen

Cream anti jerawat

Jerawat adalah penyakit kulit akibat peradangan menahun dari folikel polisebasea yang ditandai dengan adanya erupsi, komdo, papul, pustule, nodus dan kista pada tempat predileksi: muka, leher, lengan atas, dada, dan punggung

Bahan tanaman yang digunakan dalam cream anti jerawat adalah infusa daun Mimba (Azadiracta indica Juss). Berikut Taksonomi dari Azadirachta indica;

Divisi                   : Spermatophyta

Anak divisi          : Angiospermae

Kelas                  : Dicotyledonae

Bangsa                : Dialypetalae

Suku                   : Rutales

Marga                 : Meliaceae

Jenis                    : Azadirachta indica Juss

Kandungan kimia

Tanamann mimba mengandung senyawa fosfat, kalium, flavonol, minyak atsiri, alkaloid, minyak lemak, quercetin, mangosin, beta-sitosterol ( Evans, 1989). Beberapa senyawa yang terdapat dalam tanaman mimba telah diungkapkan mempunyai aktivitas anti-jamur yaitu beta-sitosterol dan myrcetin pada bunga, nimbidin pada biji dan kulit batang, serta scopoletin pada seluruh bagian tanaman mimba (Duke, 1992)

Kegunaan dalam kosmetika

Buah, daun, batang, akar, dan minyak biji mimba sering digunakan masyarakat sebagai antiseptik, antimikroba, dan pengobatan infeksi kulit (Neem foundation, 1997)

Tanaman mimba juga dapat mengatasi gangguan yang kronis pada kulit seperti jerawat, psoriasis, eksem, ketombe pada kulit kepala, dan rambut rontok ( Narula, 2000)

Minyak dalam biji mimba telah diketahui mengandung senyawa dengn unsur belerang yang memiliki efek antikuman (Soesono, 1997

FORMULA

1. Cream Tabir Surya

Bagian A

Spermaceti                            3,1 g

Cera Alba                             3   g

Parafin Cair                           13 g

Nipasol                                 0,05 g

Bagian B

Na Borat                               0,125 g

Nipagin                                 0,03g

Air suling                               10 ml

Ekstrak plantago mayor         0,4 g

2. Cream Jerawat

Parafin Liquid                     10,5 g

Adeps Lanae                      2,75 g

Cera alba                           3,75 g

Spermaceti                         2,15 g

Air suling                           6,125 g

Borax                                 1       g

Infusa daun Mimba 5      g

Cara Kerja

  1. Cream Tabir surya

Bagian A dan bagian B, masing-masing dipanaskan

Tambahkan bagian B ke dalam bagian A sedikit demi sedikit

Aduk hingga mengental

Masukkan dalam wadah

  1. Cream Jerawat

Adeps lanae, parafin liquid, cera alba, spermaceti dileburkan

Tambahkan infus daun mimba

Campur hingga homogen

Borax dilarutkan air, dihangatkan, tambahkan pada cairan pertama

Aduk hingga dingin dan mengental

Masukkan dalam wadah

Cara analisis hasil

Catat : warna, bau, karakter fisik lain

Test pH : campur 1 gram cream dalam air, dan diukur pHnya

1. Cream Tabir surya

Warna                    :  krem kehijauan

Bau                        :  Tidak berbau

Viskositas               :   Kental

pH                         :  6

2. Cream Jerawat

Warna                  : Krem

Bau                        : Berbau adeps lanae

Viskositas           : kental

pH                         : 6

PEMBAHASAN

Krim Tabir Surya

Bentuk krim adalah salah satu bentuk sediaan yang  cukup banyak digunakan sampai saat ini karena sifat penggunaanya yang praktis dan dapat memenuhi keinginan yang dibutuhkan. Salah satunya diterapkan dalam sediaan krim tabir surya. Dengan menggunakan krim tabir surya dapat mengatasi problema kekeringan kulit serta pelindung efektif terhadap sinar UVA dan UVB. Muirtini, dkk (1995) menjelaskan bahwa penyinaran kulit oleh UVB maupun UVA dapat menyebabkan eritema atau pigmentasi kulit. Manchan (1984) kebiasaan berjemur atau sunbath mengakibatkan hal yang merugikan, yaitu mulai terbakarnya kulit (sunburn), sampai kanker kulit. Hasil penelitian dari Green dkk (1999) menyatakan bahwa penggunaan tabir surya setiap hari ternyata dapat menurunkan probabilitas terjadinya kanker kulit.

Black (1990) menyatakan bahwa antioksidan memiliki potensi sebagai fotoprotektor. Cahaya UV dapat memacu pembentukan sejumlah senyawa reaktif atau radikal bebas pada kulit. Senyawa dengan kemampuan antioksidan atau penangkap radikal bebas dapat berkompetisi dengan molekul target dan mengurangi atau mengacaukan efek yang merugikan.

Hertiani (2000) melaporkan bahwa flavonoid dari daun Plantago mayor L, ternyata aktif ebagai antioksidan dan memiliki potensi lebih besar dari quersetin. Sedangkan penelitian dari Sugihartini (2004) menyatakan bahwa penambahan fraksi etanol daun Plantago mayor Linn menyebabkan penurunan nilai persen transmisi eritema dan pigmentasi setelah perlakuan dan penyinaran cahaya matahari selama 5 jam karena memiliki potensi sebagai fotoprotektor terhadap UV A. Maka dari itu, Bahan aktif yang diguanakan dalam krim tabir surya adalah Ekstrak daun Plantago mayor L.

Pada formulsi, bagian A terdiri dari spermaceti, cera alba, dan parafin cair. Bagin A merupakan bagian lipofilik, yaitu terdiri dari bahan-bahan yang larut dalam lemak. Spermaceti merupakan wax yang berasal dari binatang. Fungsi dari wax ini adalah membentuk film penolak air (water repellent film), membentuk lapisan emolient yang tertinggal pada kulit karena wax ini larut dalam minyak. Selain sebagai emulgator, spermaceti merupakan zat penebal yang memperbaiki tekstur dan kelembutan dari emulsi. Parafin merupkan wax mineral atau hidrokarbon. Wax hidrokarbon ini bersifat melunakkan lapisan kulit (emollient), karena occlusive (meninggalakan lapisan dipermukaan kulit) sehingga akan meningkatkan hidratasi kulit dengan menghambat penguapan air pada lapisan kulit. Basis Hidrokarbon dapat digunakan untuk skin-moisturizing effect. Parrafin yang digunakan adalah jenis parafin cair, yang biasa digunakan untuk pembuatan cold cream. Penggunaan spermaceti dan parafin menguntungkan jika digukan sebagai basis krim wajah, dapat menjaga kelembapan dan memberiakan lapisan pelindung. Dari kedua jenis basis diatas, dapat diketahui bahwa krim mempunyai tipe emulsi w/o.

Bahan Bagian B adalah Na borat, nipagin, air suling dan ekstrak plantago mayor. Bagian B ini terdiri dari bahan-bahan yang larut dalam air. Nipagin sebagai pengawet (preservatif). Pengawet ditambahkan untuk mencegah kontaminasi, pengrusakan dan pembusukan oleh bakteri dan fungi. Hal iitu dikarenakan adanya aquadest dan basis yang berlemak merupakan substrat mikoorganisme.

Masing-masing, bagian A dan bagian B dipanaskan pada suhu 70oC. Pemanasan pada bagian A berfungsi untuk melehkan bahan-bahan padat. Sedangkan pemanasan bagian B bertujuan untuk melarutkan dan menghomogenkan bahan-bahan yang ada pada campuran tersebut. Bagian A dan dan bagian B lalu dicampur didalam mortir dengan pengadukan yang terus menerus hingga kental

Dari hasil praktikum didapatkan krim yang berwarna krem kehijauan, dengan viskositas yang kental. Krim ini mempunyai pH 6, sedikit asam tapi mendekati pH netral jadi tidak mengiritasi kulit. Krim ini tidak mempunyai bau yang spesifik.

.

Krim Anti Jerawat

Pada pembuatan krim Anti jerawat digunakan bahan aktif infus daun mimba. Penggunaan Daun Mimba di masyarakat untuk mengobati penyakit infeksi kulit, salah satu diantaranya adalah jerawat. Dari hasil-hasil penelitian, daun mimba mempunyai aktifitas antibakteri dan antifungi. Maka dari itu, daun tanaman ini digunakan dalam krim yang berkhasiat sebagai anti jerawat.

Penggunaan jenis basis krim pada krim anti jerawat ini tidak jauh berbeda denga krim tabir surya yaitu, Parafin liquid, spermaceti, cera alba dan adeps lanae. Fungsi dari parafin, spermaceti dan cera alba telah diuraikan pada bagian pembahasan krim tabir surya. Sedangkan Adeps lanae merupakan basis absorbsi anhidrous. Basis ini bersifat hidrofilik yang mempunyai kemampuan untuk mengabsorbsi air yang ditambahkan. Ketika air ditambahkan, maka basis akan menyerap air dan membentuk emulsi tipe w/o. Bila basis ini digunakan dalam kulit dapat merupakan lapisan penutup dan melunakkan kulit. Tetapi banyak yang alergi terhadap adeps lanae. Di samping itu adeps lanae bertendensi menjadi tengik dan baunya kurang menyenangkan

Krim yang dihasilkan berwarna coklat krem, tidak hijau sepeti krim tabir surya, karena yang digunakan adalah infus daun mimba, sehingga klorofil tidak telarut dalam pelarut tersebut. Sedangkan viskositasnya kental dan pHnya 6. Krim Berbau agak tengik disebabkan adanya adeps lanae.

Dari hasil analisis diketahui bahwa tidak ada pertumbuhan mikroorganisme pada cream tabir surya yang telah dibuat. Hal ini ditandai dengan tidak adanya perubahan warna dan bau. Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa cream tabir surya dengan bahan aktif infus daun mimba yang telah dibuat mempunyai stabilitas yang cukup baik.

Tidak ada permasalahan yang mendasar pada pembuatan krim ini, karena pembuatannya relatif mudah. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah kekuatan pengadukan dan waktu pengadukan emulsi perlu diperhitungkan agar terbentuk krim dengan viskositas yang diharapkan

Kesimpulan

  1. Bahan aktif krim tabir surya adalah ekstrak Plantago mayor
  2. Bahan aktif krim anti jerawat adalah infusa daun Azadirachta indica
  3. Krim tabir surya dan Krim anti Jerawat mempunyai stabilitas yang baik.
  4. Basis yang digunakan dalam sediaan krim ini adalah basis lemak

    Saran

  1. Dalam Sediaan Krim ini perlu diuji tentang viskositasnya, daya lekat, dan daya sebarnya untuk kontrol kualitas
  2. Diperlukan suhu yang terukur dan pengadukan yang diperhitungkan dalam proses pembuatan.

Responses

  1. masih ada cop??? kereeennnnn

    • Baru aja nemu Ly, di CD2 kuliah…
      Aku Post-in di Blog aja…..
      Kali aja ada gunanya…..
      Kali aja kmu pas besok S2 herbal, butuh bahan2 jadul kaya gini …*PD emang sama bahannya?hehehe :p
      Kali aja Fifi bsk nglanjutin S1 di farmasi,*ceritanya mewariskan master laporan hehe.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: