Embun Pagi

Nyaman?

Apa itu nyaman?

Jika ada yang bilang “Aku pindah kerja karena kurang nyaman dengan pekerjaan yang sekarang”

Jika ada yang bilang “Aku pindah ke daerah X, karena di tempat yang dulu aku kurang yang nyaman’

Jika ada yang bilang , “Aku tidak nyaman jika bersama A, maka aku akan memutuskan bersama B”

 

Nyaman itu ukurannya apa ya?

Jika terus dicari, apakah akan mendapatkan nyaman sepenuhnya?

Begitu kah?

———-

Apa itu arti nyaman?

Aku duduk di kursi itu nyaman…, kalau aku duduk di batu aku kurang nyaman.

Nyaman?

Apa itu artinya nyaman..?

Ya..nyaman itu menikmati,

Jika duduk di kursi itu nyaman, maka kita menikmati duduk di kursi itu, merasa senang aman, dan membuat tak mau beranjak dari duduk…

———-

Apakah benar dalam hidup kita, akan mendapatkan suatu keadaan yang nyaman yang benar kita idam-idamkan?

Keadaan dimana semua terpenuhi baik jiwa dan materi?

Keadaan yang mmm…sempurna, yang membuat kita sungguh2 nyaman?

Benarkah ada di kehidupan ini?

—-

Mari kita lihat..

Sewaktu kuliah, saat disibukkan ujian dan tugas, sibuk belajar bareng sama teman2, pernahkah kau bilang “pusiiiiing….ga ngerti….pengen ujiaannya cepet selesai, trus yudisium, n wisuda…” atau moodmu langsung jelek “ah stress aku..butuh refresing di tempat dimana tidak ada bahan2 kuliah dan bahan2 praktikum”

Hmmm…okay

Sewaktu kau lulus, beberapa bulan/tahun setelah lulus. Dan kau pun bilang “Pengen kembali kayak kuliah dulu….kangen kuliah, kangen ujian semester (??), kangen belajar bareng ma teman2….kangen suasana kampus, dimana ga dipusingkan dengan kerjaan”

(????)

 

Mari kita lihat juga

Saat kau tinggal jauh dari orang tua, kamu pernah bilang “ Kangen rumah, pengen deket ma bapak ibu, kangen kumpul ma kluarga…ada yang memperhatikan, ada yang ini-yang itu….”

Setelah diberi kesempatan tinggal sama orang tua, kamu bilang “Kangen hidup di kos…lebih bebas, bisa makan diluar, bisa bebas pergi kemana2,  terkekang..”

(????)

 

Hmmm kita lihat juga

Ketika kau kerja tiap hari sampai lembur malam, penghasilanmu jadi lumayan, dan kamu bilang ‘Apalah arti uang jika hidup terkekang, ga bisa kemana-mana, seperti tidak punya kebebasan’

Ketika kau tidak bekerja, dan tak berpenghasilan, kau bilang ‘Bisa bebas kemana-mana, tapi ga punya uang banyak, sama saja, tidak menyenangkan’

(???)

 

Hmmm Lihat sekarng,

Sekarang kau bilang “Teman2 yang lain dah pada nikah, enak ya yang dah nikah, ada yang memperhatikan, disayang, dijagain, kemana2 ada yang nemenin. Klo masih single merasa lonely…”

Dan entah, jika kau kelak sudah menikah, entah apa yang akan kau bilang (keluhan apa yang akau katakan) “………………….”

(????)

 

Dari perkataanmu itu, menyiratkan ketidaknyamanan. Selalu ada yang kurang di setiap keadaan…

Mungkin jika boleh mengira-ira…

Malaikat di bahu kanan-kirimu, melongo?bingung?cam mana pula manusia ini?

Malaikat Mikail yang bertugas membawa rizki dan menurukan hujan, mungkin geleng-geleng n bilang :

“Diturukana hujan salah, ga diturunkan hujan salah…

“Diberi uang salah, ga diberi uang salah…, maunya apa sih?

Jika malaikat boleh berpuisi ria : “Kau ini bagaimana, dan aku harus bagaimana, dan hidup harus membagaimanakan kamu wahai manusia….”

*hehehe just joking…….

Untung Malaikat cuma diberi sifat taat dan patuh ma Tuhan, tidak diberi sifat bingung, melongo dan meng-geleng2ngi manusia….🙂

 

—–

 

Kau mencari ke’ideal’an di dunia ini sungguh tak mungkin, kau mencari keadaan sempurna adalah suatu kemustahilan

Layaknya rumus Gas ideal;
P.V = n R T
Gas Ideal hanya teori saja, tak ada didunia nyata…

 

——-

 

Okay…

Jadi apa itu yang disebut ‘Nyaman’?

Apakah nyaman akan diperoleh bekerja ditempat X, berada di tempat X, bersama dengan X, dengan keadaan lingkungan X, beraktivitas X, dst ? (*X : bebas diisi sesuai keinginanmu)

 

Tidak, sayang….

 

Sungguh tidak akan kau temukan, selama……..

 

selama kau tidak bisa Bersyukur……….

 

Terdapat rumus : Rasa Nyaman = mampu Bersyukur

 

Kau mau pindah ke mana pun, ke ujung dunia sekalipun, jika kau Tidak Bersyukur maka kau Tidak akan merasa Nyaman….

 

Masih belum mengerti juga?

 

Hmmm..Okay,

 

Memang Nyaman itu adalah ketika ita menikmati segala sesuatu yang kita jalani/dapatkan, berarti :

Nyaman = nikmat

Rasa Nyaman = Rasa Syukur

 

Bukannya ini rumus sederhana yang kau buat sendiri

Jika,

Diketahui :

Rasa nyaman itu menikmati

Nikmat diberi karena ada rasa syukur

Ditanyakan

Bagaimana mendapat rasa nyaman?

Jawab;

Jadi kita memperoleh rasa nyaman yaitu dengan bersyukur,

Bersyukur dengan cara menikmati apa yang diperoleh

Dan Nikmat diperoleh ketika mampu bersyukur

 

Akankah kita nyaman kalau kita bersyukur?

Tentu saja,

Apakah kau Lupa ? Tuhan menjanjikan: Siapa yang bersyukur pada-Nya, Dia akan tambahkan nikmat kepadamu.

 

—-

 

Mungkin kau belum percaya dan terkadang menyakan;

Aku sudah bersyukur padaNya, kenapa belum jua di tambahkan nikmat?

*(He???), Syetan barangkali mlongo mendengar pertanyaanmu.

 

Sungguh lucu sekali…

Bagaimana kau sudah merasa bersyukur, sedangkan kau sendiri tidak menikmati apa yang ditetapkan/diberikan sekarang, dan kau selalu ribut dengan pertanyaan “kenapa belum jua ditambahkan nikmat?”
Apakah itu yang namanya bersyukur?

Kau tidak bahagia atas yang ditetapkan padamu saat ini
Kau selalu mencari kekurangan pada pemberian-Nya, yang telah diberikan padamu saat ini.
Apakah itu yang namanya bersyukur?

Kau tidak ridha atas pemberianNya..
Kau tidak terima atas pemberianNya….
Apakah itu yang namanya bersyukur?

 

Lalu, kalau kau tak mampu besyukur, apakah kau pantas untuk menuntut nikmat diturunkan padamu?

Tapi karena Dia Yang Maha Pemurah-lah, yang sudah murah hati memberimu nikmat, yang sekalipun tidak kau tuntut…..

Tapi belum jua kau bisa syukuri…

 

—-

 

Bersyukur itu benar-benar menikmati, bahagia akan yang telah ditetapkan…

Tentu saja rasa ‘bahagia’ tidak bisa dipaksakan bukan?

Maka upgrade selalu keikhlasan…

Keikhlasan yang berasal dari lubuk hati yang paling dalam….

 

Menikmati setiap proses

Sejatinya hidup adalah proses..

Berbahagialah pada setiap prosesnya…

 

Layaknya naik di anak tangga…

Tiap tangga adalah prosesnya…

Akankah kau akan mengeluh di setiap tangga?

Akankah kau akan selalu tidak bahagia, ketika kau harus bersusah payah mengangkat kakimu untuk menaiki tangga selanjutnya…..

Maka nikmatilah di setiap proses…

Karena harta karun bukan terletak ditangga tertinggi

Tapi disetiap tangga, kita akan mendapatkan harta yang tidak diperoleh di tangga2 lainnya…

Jika tangga yang kau naiki berjumlah 100 tangga maka,

Orang yang tidak bersyukur, akan resah gelisah ingin naik ke tangga tertinggi, setelah sampai ke tangga tertinggi dia terengah-engah dan hanya mendapatkan 1 harta di tangga ke 100 saja

Sedangkan orang yang bersyukur, maka dia akan bahagia melalui proses, sampai ke tangga tertinggi hatinya puas karena dia mendapat 100 harta yang dipeorelahnya pada  tiap tangga…

Itulah perumpamaanya…

 

Nikmat selalu ditambahkan jika kau mau bersyukur..

Karena tiap proses dalam hidup ini tak kan ada yang sia-sia….

Merasa nyamanlah ketika berada di tiap2 tangga…nikmatilah…

Jangan lagi mengeluarkan perkataan yang membuat Malaikat dan Syetan melongo bingung, dan geleng-geleng kepala 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: