Oleh: Shofiatul Fajriyah | Januari 29, 2012

Ga harus nunggu banyak uang dulu untuk bisa sedekah…^^

“Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari selama matahari masih terbit.
Mendamaikan dua orang (yg berselisih) adalah sedekah,
menolong orang hingga ia dapat naik kendaraan atau mengangkatkan barang bawaan ke atasnya merupakan sedekah,
kata-kata yang baik adalah sedekah,
setiap langkah kaki yang engkau ayunkan menuju ke masjid adalah sedekah,
dan menyingkirkan aral dari jalan juga merupakan sedekah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya di antara sahabat Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ada yang berkata:”Ya Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan sholat sebagaimana kami mengerjakan sholat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.”
Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan bagimu sesuatu untuk bersedekah?
Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah sedekah,
tiap-tiap tahmid adalah sedekah,
tiap-tiap tahlil adalah sedekah,
menyuruh seseorang kepada kebaikan adalah sedekah, melarangnya dari kemungkaran adalah sedekah.”
(HR Muslim 1674)
Rasulullah shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Setiap muslim harus bersedekah.”
Mereka bertanya: “Jika ia tidak punya?”
Nabi shollallahu ’alaihi wa sallam menjawab: ”Dia bekerja dengan kedua tangannya, maka ia memberikan manfaat untuk dirinya sendiri lalu bersedekah.” Mereka bertanya lagi: ”Jika ia tidak mampu atau tidak melakukannya?”
Beliau menjawab: ”Ia menolong orang yang kesulitan.”
Mereka bertanya lagi: ”Jika ia tetap tidak melakukannya?”
Beliau menjawab: ”Hendaklah ia memerintahkan berbuat al-khair atau al-ma’ruf (kebaikan).”
Mereka bertanya lagi: ”Jika ia tetap tidak melakukannya?”
Beliau menjawab: ”Hendaklah ia menahan diri dari perbuatan jahat, hal itu sudah merupakan sedekah.”
(HR Bukhari)
Oleh: Shofiatul Fajriyah | Januari 29, 2012

Tidak terkenal di penduduk Bumi, tapi terkenal di penduduk Langit^^

Saya teringat dengan seorang tabi’in yaitu Uwais Al Qarni. Kata Rasulullah saw, dia tidak dikenal penduduk bumi tetapi sangat terkenal di langit. Hidupnya terbilang miskin, tapi tak pernah membuatnya menjadi lalai dalam beribadah atau membantu sesamanya. Jika ia mempunya rizki lebih, ia tak segan membagikannya kepada tetangganya yang sama-sama kesusahan.

Pekerjaannya hanya seorang pengembala, uang yang dihasilkannya digunakan untuk keperluan ia dan Ibunya sehari-hari. Siang hari ia bekerja sambil berpuasa, sedangkan malam hari ia gunakan untuk shalat dan bermunajat kepada Allah. Pakaian yang ia punya hanya yang melekat di tubuhnya saja.

Sedari kecil ia tak pernah mengenyam pendidikan formal, pendidikan hanya ia dapat dari kedua orangtuanya. Ia seringkali dicap sebagai anak bodoh. Tapi ia tak pernah memperdulikannya dan tetap semangat membantu sesama.

Ia juga seorang anak yang sangat taat pada Ibunya. Ia hidup di zaman Rasulullah saw tapi belum pernah bertemu langsung dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun karena kecintannya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia meminta izin kepada ibunya untuk berangkat ke Madinah. Kurang lebih empat ratus kilometer ia berjalan kaki dari Yaman hingga tiba di kediaman Rasulullah saw, sayangnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat itu tidak berada di rumah karena sedang berada di medan perang. Ia di hinggapi rasa bingung, ia ingin sekali bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tapi di satu sisi ia teringat akan pesan ibunya untuk tidak berlama-lama meninggalkannya. Akhirnya ia pun pulang tanpa bertemu dengan seseorang yang amat dicintainya.

***

Di atas adalah sekelumit kisah dari seorang tabi’in mulia Uwais Al Qarni.

Terkesan dengan julukannya, tidak di kenal penduduk bumi tapi terkenal di langit. Ia hanya berusaha menyibukan diri beribadah dan membantu orang lain, bukan menyibukan diri untuk menjadikannya seorang yang hanya terkenal di bumi saja.

Bagi kita yang kini terlihat biasa saja atau bahkan terlupa, seringkali di ejek (bukan karena perbuatan buruk) jangan pernah merasa bersedih. Jika kita sudah melakukan hal-hal baik dan terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Di bumi kita tanpa gelar tapi yakinlah bahwa kelak penduduk langit akan mengelu-elukan kita.

Di dunia, kita diberi ujian kemiskinan, selama hal itu tidak membuat kita lalai akan segala perintah Allah. Maka bersiaplah akan balasan yang dijanjikan Allah berupa Surga bagi orang-orang yang bersabar. Dan kekayaan abadi ada di Akhirat nanti bukan di Bumi ini.

Di Dunia, kita terlihat bodoh dan jauh dari ilmu, meskipun sebenarnya kita adalah makhluk yang sedang belajar segala hal. Tanpa ada manusia yang mengetahui proses belajar kita. Abaikan saja penglihatan mata orang-orang yang menatap sinis. Sungguh penilaian Allah jauh lebih penting.

Semoga kita bisa belajar dari keteguhan Uwais Al Qarni untuk tidak menatap dunia adalah segalanya. Hingga akhir hidupnya -Uwais yang sering diejek- pada pemakamannya banyak dihadiri makhluk berpakaian putih (malaikat) dan selepas disemayamkan, kuburannya langsung lenyap. Ruhnya langsung dibawa oleh malaikat.

***

Rabi’ bin Khutsaim berkata, “Aku pergi ke tempat Uwais al-Qarni, aku mendapati beliau sedang duduk setelah selesai menunaikan shalat Shubuh.”

Aku berkata (pada diriku), “Aku tidak akan mengganggunya dari bertasbih. Setelah masuk waktu Zhuhur, beliau mengerjakan shalat Zhuhur. Dan begitu masuk waktu Ashar beliau shalat Ashar. Selesai shalat Ashar beliau duduk sambil berdzikir hingga tiba waktu Maghrib. Setelah shalat Maghrib beliau menunggu waktu Isya’, kemudian shalat Isya’.
Selesai shalat Isya’ beliau mengerjakan shalat hingga menjelang Shubuh. Setelah shalat Shubuh beliau duduk dan tanpa sengaja tertidur. Tiba-tiba saja beliau terbangun. Ketika itu aku mendengar dia berkata, ‘Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari mata yang senang tidur, dan perut yang tidak merasa kenyang’.”

————————–

*Ayo nak, terus perbaiki hati……..

Oleh: Shofiatul Fajriyah | Januari 29, 2012

Yang santun ya nak……..

Hayooo shofi, Ingat pesan Nabi

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
Janganlah SALING MEMARAHI,
(janganlah kalian) saling membelakangi (TAK MAU SALING MEMPERDULIKAN), (janganlah kalian) SALING MENYAINGI (SALING MENJATUHKAN).
Tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yg BERSAUDARA.”
(HR. Muslim: 2563)

Dari ibnu mas’ud ,dia berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Seorang mukmin bukanlah pencela, bukanlah pelaknat, bukanlah bukan orang jorok, juga bukan orang yang suka berbicara kotor.”(HR. Tirmidzi : 1977)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan masuk surga seorang Al Jawwazh (penipu), Al Ja’zhari (orang yang sombong dan kasar tutur katanya).”(HR.Musnad Ahmad : 17308)

Dari Anas dia berkata “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berkata keji, melaknat dan mencela.”(Shahih Bukhari : 6046)

Dari ‘Abdurrahman bin Hilal dari Jarir ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang terhalang dari sifat lemah lembut, maka ia telah terhalang dari banyak kebaikan.”(HR. Abu Dawud : 4809)
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan)dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
(QS. al-Hujurat (49) : 11)
Oleh: Shofiatul Fajriyah | Januari 29, 2012

copast “si bapak penjual amplop.”

Sebuah renungan dan pelajaran berharga agar kita mau bekerja dan bukan jadi peminta-minta, “si bapak penjual amplop.”
____________
Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat, saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik.

Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya.

Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop.

Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat. Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba.

Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran bapak tua itu. Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat bapak tua itu lagi sedang duduk terpekur.

Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu bapak itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri bapak tadi.

Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkusa plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya.

Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi bapak tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya. Bapak itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak.

Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak. Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu.

Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop.

Bapak itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Bapak cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu.

Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si bapak tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, bapak tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan.

Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi. Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor.

Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat bapak tua itu untuk membeli makan siang. Si bapak tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata.

Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di facebook yang bunyinya begini: “bapak-bapak tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap..”.

Si bapak tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka.

Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka. Dalam pandangan saya bapak tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat.

Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si bapak tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.

Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si bapak tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si bapak tua. Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si bapak tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

Oleh: Rinaldi Munir, Bandung.
SUMBER     http://www.pecintasedekah.com

——————————————
*ayo nak shofi belajarlah untuk sensitif……………….

Oleh: Shofiatul Fajriyah | Januari 10, 2012

Ketika Berbicara dengan Diam…….

*Copy paste tulisan sendiri, tertanggal 6 desember 2010. ditulis yang berupa message untuk seseorang, sebuah pesan or tulisan di note? ah tak tau lah. Tapi lebih tepatnya comment untuk seseorang yang update status tentang ‘Ilmu tumbuh-tumbuhan’.
_____________________________________________________________

Didepan rumah ada pohon kelor, beberapa kali di tebang, tetap tumbuh…beberapa kali dipotong dan ditebas tetap masih saja tumbuh….ternyata masih ada sisa akar di tanah, yang membuat pohon itu bertahan, dan tak lelah untuk tumbuh lagi…dan lagi…, walau kesannya lingkungan tidak akan membiarkan dya hidup, tapi dya berusaha menyembulkan daun mungilnya…(terharu dan kagum melihatnya)…
Dari pohon kelor dapet pelajaran, sebeberapa kerasnya hidup, sebeberapa kejamnya hidup, yang seolah-olah ingin melenyapkan hidup kita…tapi jika masih ada akar (iman) yang kokoh, maka kita akan terus bertahan dan terus hidup….

Akar tidak seperti daun, batang, bunga dan buah. Akar tersembunyi di bawah tanah, tidak terlihat…tapi perannya sangat penting; menopang hidup pohon, menyerap unsur hara dan air dari tanah…sehingga pohon tetap hidup…
Behitu juga dengan iman, iman tak terlihat….tapi dengan iman kita dapat berdiri tegak dan kuat…..

Pernah menanam pohon mawar. Waktu awal beli di pasar stan, pohon itu hanya berupa batang dan hanya beberapa daun saja. Setelah ditanam tumbuhlah daun2 muda dan daunnya lambat laun bertambah….Suatu ketika muncul kuncup bunga mawar, lalu apa yang terjadi dengan daun? setelah kuamati daun tidak tumbuh lagi, daun tidak lagi bertambah jumlahnya. Dalam teori fisiologi tumbuhan menyebutkan, ketika ada bunga mulai muncul, aliran nutrisi/zat hara terkonsentrasi untuk perekembangan bunga…maka daun mengalah memberikan makanannya untuk bunga. membiarkan bunga untuk berkembang, karena bunga sebagi organ reproduksi, sehingga nanti pohon bisa beregenarasi

Daun seperti sifat kasih sayang….layaknya seorang ibu, mendahulukan anaknya makan, padahal ibulah yang memasak makanan. layaknya seorang ayah, mendahulukan anaknya makan, padahal ayahlah yang berjuang mencari makan….semua karena kasih sayang yang tak bisa dilogika….kasih sayang yang indah…

Saat pejalanan mudik ke madura, jalan antara sragen dan ngawi, melewati hutan jati…pada saat kemarau pohon2 tersebut terlihat kering tak berdaun….
Daun dulunya yang tampak hijau dan segar, pada saat kemarau, daun rela menjatuhkan diri ke tanah…agar suplai air cukup bagi organ2 pohon lainya, sehingga pohon akan terus hidup dan pohon mampu melewati musim yang sulit….
Saat daun jatuh ke tanah pun, daun tidak mau jatuh dengan sia2…daun membiarkan dirinya membusuk…karena bisa menjadi zat hara yang bisa diserap oleh akar, agar pohon mendapat nutrisi dan terus tetap hidup
Sungguh Indahnya sifat kasih sayang…lalu pengorbanan untuk kehidupan orang lain, membuat dya berguna bagi orang lain…..

Karakter indah dari tumbuhan yang tidak dimiliki mahluk lain adalah sifat ‘diam dan tenangnya’

dengan ‘Diam-nya’, tanaman tidak tidak protes akan cuaca buruk, tidak protes akan keringnya tanah, tidak menghardik ulat yang memakan daunya, dya tidak dendam akan manusia yang akan melenyapkannya, tidak teriak walau diinjak-injak, tak menyalahkan angin yang menghembusnya….

dengan ‘Diam-nya’ tanaman terus berdzikir dan menyebut asma Allah dengan cara mereka sendiri, melantunkan pujian kepada Tuhannya……

dengan ‘Diam-nya’ tanaman tidak akan lari dari buruknya cuaca, serangan serangga, tanah yang tandus… tanaman akan menghadapinya semua itu dengan bersahaja…

dengan ‘Diam-nya’ tanaman memberi kesejukan ke lingkungan sekitarnya, mengambil yang buruk (karbondioksida) dan mengembalikannya dengan yang baik (oksigen)

dengan ‘Diam-nya’ tanaman menawarkan keindahan bunga, menawarkan kenikmatan buah, memberi kesejukan bagi siapa saja yang bernaung didekatnya, memberi ketentraman bagi siapa saja yang melihatnya…..

Subhanallah………akupun kalah dengan organisme yang satu itu..

_______________________________________________________________

hehehe……….polos sekali tulisanku………
nostalgila ah……..
ternyata aku sangat menyukai tumbuh2an…..

Ya,
Tahukah kau tumbuhan?
Dulu, ketika aku sendiri aku maka akan ke halaman depan, memandangi engkau yang sedang diam. Ah, bukan diam. Kau sibuk dan ramai dalam diam-mu…, seketika itu aku tidak akan kesepian lagi.

Ketika pikiranku sumpek, aku akan duduk disampingmu. Lagi2 kau pun diam. Kau tak bicara, apalagi menanyakan, “ada apa denganmu? Apa ada masalah?”. Kau tak menanyakan, tapi kau langsung memberi dan berbagi. Kau beri aku O2 segar, yang mampu merefresh sel2 otakku yang yang mulai berkerut2.

Tahukah kau tumbuhan?
Aku dulu pernah menangis, ketika pulang kuliah, melihat halamanku bersih dan rapi, ternyata bapakku telah merapikan halaman dengan mencabutimu? * Hehehe konyol memang, tapi tangis itu asli reflek loh, keluar begitu saja, tak bisa dibendung di depan ibu dan bapak. Hehe moment dimana aku terlihat seperti anak kecil yang kehilangan mainannya (moment langka itu hehe).

Tahukan kau tumbuhan?
Aku lebih suka membiarkan kau tumbuh, sampai kadang aku enggan mencabuti rumput, membiarkan tanaman pacar air tumbuh sedemikian sporadisnya dihalaman. Terlihat indah dengan bunga warna-warnimu, semak bunga dari gradasi putih menuju ungu. Kubiarkan tanaman rimpang, tumbuh menjadi semak2. Kubiarkan tanaman cabe jawa merambat sesukanya di tembok, sampai menutupi sebagian besar tembok. Ah, sebenarnya aku menyukainya, walau banyak anak2 TK yang lewat di depan rumah,  kemudian mereka menyebut rumahku sebagai Rumah Hantu hehehe😀

Tahukah kau tumbuhan?
Kau menjadi salah satu alasan, untuk memantapkanku masuk di Farmasi jurusan Obat Alami. Entah, aku ingin tau kau lebih banyak tentang kau. Karena kau selalu diam dan tidak banyak bertingkah, jadi aku penasaran denganmu. Kenapa kau bisa mengobati orang dengan ‘Diam’mu??. Kenapa kau bisa memberi banyak manfaat dalam ‘Diam-mu’?Kenapa kau bisa kuat dengan Diam?

Kenapa Allah menciptakanmu diam. Tidak seperti Kucing yang mengeong-ngeong ketika kelaparan?, tidak seperti burung yang terbang kesana kemari?Tidak seperti manusia yang banyak bicara?

Kenapa kau diam saja? Padahal engkau banyak berjasa?
Di Rantai kehidupan ini engkaulah Produsen, bisa dibilang kau awal dari semuanya. Karena kaulah, hewan, manusia (Konsumen I, II, III….dst) dan bakteri pengurai bisa hidup.
Knapa kau tetap diam saja, kenapa kau tidak pernah bersuara mengkoar-koarkan jasamu yang begitu besar?.
Ketika semua bisa berbangga-bangga dengan kehebatan dan jasa mereka, dan meneriaakkan “Aku telah memberi banyak manfaat kepada sesama”.
Tapi kenapa kau hanya diam saja? Tak inginkah kau ikut berbangga-bangga juga?.
Ah sebenarnya kau lebih pantas berbangga diri daripada mereka, kau bisa meneriakkan dan menceritakan darimanakah asal pangan, sandang, papan, obat2an yang mereka pakai.  Bisa saja kau ceritakan hasil kerja kerasmu pada proses fotosintesa yang menghasilkan oksigen yang mereka hirup di kesehariannya.
Bahkan orang kaya, orang hebat, pejabat, manusia super pun tak bisa apa2, jika kau mogok hidup.
Bahkan uangpun tidak ada, karena uang kertas yang bertumpuk2, itu darimu, dari serat kayumu.
Tapi kau tetap diam saja.
Jika aku menanyakan apa itu Rendah hati, mungkin aku akan ajukan pertanyaan itu padamu. Tapi seperti biasa, kau akan tetap diam saja, tak menjawab.

Kenapa kau hanya diam saja? Kenapa kau suka memberi dan tak suka meminta? Kau beri manusia buah2an, kayumu, daunmu, getahmu, bahkan bangkaimu. Kau beri semua buah2an ke kami, tapi kau tak minta air atau pupuk sebagai gantinya.
Kau hanya diam saja.
Padahal kau bisa saja bicara, untuk meminta dengan alasan yang cukup Logis, “berilah air dan rawatlah aku, nanti aku akan berkerja lagi untuk memproduksi buah untuk kau petik”.
Tidak, kau hanya diam saja.
Tak diberi airpun, akarmu akan terus menembus tanah dan mencari air sendiri, bahkan menembus batu yang keras sekalipun.
Jika aku menanyakan apa itu memberi tanpa pamrih, mungkin aku akan ajukan pertanyaan itu padamu. Tapi seperti biasa, kau akan tetap diam saja, tak menjawab.

Kenapa kau diam saja? Ketika sebagian manusia di penjuru tempat, dengan bermacam2 bahasa bisa meneriakkan ‘Aku jenuuuh dengan semua ini…”.
Tapi kau hanya diam saja.
Padahal kau lebih layak meneriakkan itu dari pada mereka. Bagaimana tidak?
Kau tetap berdiri disitu terus, ga berpindah tempat, berpindah jika ada yang memindahkan, apa ga bosan?
Wahai pohon mangga, tak jenuhkan kau selama hidup berbuah mangga terus…tak inginkah kau bervariasi sedikit berbuah strawberry yang imut dan cantik?.
Wahai rumput kecil tak jenuhkah kau dinjak2 dengan daun2mu yang halus? tak ingingkah daun2mu tumbuh seperti kaktus yang lebih kuat?.
Tapi tidak, kau tetap diam saja.
Kau akan terus menjalankan tugasmu dengan konsistent. Kau setia dalam menjalankan tugas.
Pohon mangga akan berbuah mangga. Rumput akan terus bergoyang2 dengan daun2 kecilnya. ah,  kenapa kalian tidak saling merasa iri?.
Jika mungkin suatu saat ketika aku menanyakan apa itu istiqomah, mungkin aku akan menayakan itu padamu. Dan seperti biasa kau akan tetap Diam.

Dan kenapa kau diam saja? Ketika ‘seolah2’ lingkungan dan kehidupan disekitarmu tidak adil padamu?.

Kenapa kau diam saja? Tak pernah pernah berteriak2 ketika mahluk lain mendzalimimu?
Wahai rumput…kau diam saja, setiap ada manusia dan hewan yang mondar-mandir menginjakmu…
Wahai pohon, kau diam saja ketika batangmu ditebang dan disayat2, kau diam saja ketika daun dan buahmu dipetikin, dimakan ulat, dikerubungi semut, dipatuk2 ma burung….
Kenapa ga bertingkah sedikit saja, kaya kucing yang bisa mencakar,
kau pun bisa memukul ringan mereka dengan ranting kecilmu. Tapi itu tak kau lakukan.
Tetap saja begitu terus, hanya diam.
Kau malah membalas perilaku ‘jahat’ mereka dengan kebaikan, kau terus memberi dan memberi…….
Jika aku menanyakan apa itu Berbuat Baik, mungkin aku akan ajukan pertanyaan itu padamu. Tapi seperti biasa, kau akan tetap diam saja, tak menjawab.

Kenapa kau diam saja? Ketika yang lain boleh mengeluh?
Tak maukah kau mengeluh dengan cuaca yang ekstrim panas? Tak maukah mengeluh dengan tanah tandus? Tak mau kah kau mengeluh dengan angina yang kencang? Tak maukah kau mengeluh dengan suhu yang dingin?.
Kau hanya diam saja.
Atau, tak pernahkah kau bertanya kepada Yang Menciptakanmu, kenapakah kau ditumbuhkan di tempat yang sulit dan tandus?. Bahkan kau bisa merayu-Nya “Tuhan, aku diciptakan tak bisa bergerak, maka bermurah hatilah, tumbuhkan aku ditempat yang nyaman dan berkucupan”. Tak pernahkah kau ajukan pertanyaan dan doa yang bersifat protes?.
Tidak, kau hanya diam dan menerima saja.
Jika aku menanyakan apa itu Qonaah, mungkin aku akan ajukan pertanyaan itu padamu. Tapi seperti biasa, kau akan tetap diam saja, tak menjawab.

Kau tetap berusaha tumbuh walau ditempat yang sulit, di cuaca yang sulit, di lingkungan yang sulit.
Kaupun tak habis akal, mencari cara untuk hidup, dengan cara yang unik: meranggas, menyimpan cadanga air di batang, menumbuhkan duri untuk mengurangi penguapan, menyimpan cadangan makanan disalah satu tubuhmu. Dan ketika keadaan semakin sulit dan tak bisa diitolerir lagi, bahkan kau rela mati atau gugur.
Dan pada saat-saat tergenting pun, kau hanya diam saja, sunyi tak ada ratapan dan tangisan.
Jika aku menyakan apa itu kuat, tabah dan tegar? Mungkin aku akan ajukan pertanyaan ini padamu. Tapi seperti biasa kau akan tetap diam saja.

(Ah, aku baru tahu saat kuliah, bahwa ditempat yang sulit kau akan menghasilkan metabolit sekunder yang banyak. Metabolit sekunder kinilah yang kami gunakan untuk obat-obatan manusia. Ah bisa-bisanya di keadaan sulit pun kau bisa memberi manfaat, tanpa harus bicara untuk minta dimaklumi)

5 menit………

10 menit…….

30 menit………..

kau masih saja diam, akupun ikut diam, sambil mengalihkan pandangan ke langit…….

Dan udara yang berhembus semakin segar, angin segar nenyapu wajah,
dan akhirnya kembali aku bertanya padamu (lagi)……..

Hmmmmm……. Jika suatu saat aku mencari dan bertanya akan arti kata ‘IKHLAS’, bolehkah aku menanyakan itu padamu?.

Dan kau masih diam saja……..

Ya, itulah jawabanmu. Mmmmm ya, kau menjawab dengan bukti, sungguh jawaban yang sangat menawan melebihi indahnya kata-kata…….🙂

*Ah, aku hanya pura2 bertanya padamu, karena aku tau, kau akan diam saja. Jika aku benar2 bertanya padamu, nanti malah diberi gelar skizofrenia sama orang-orang yang lewat hehe :p
Oh ya, tak selayaknya aku membandingkanmu dengan manusia. Tentulah berbeda, anak kecil pun tahu itu. Mungkin anak TKpun akan menertawakanku ketika aku bertanya “kenapa tumbuh-tumbuhan diam?”

hehehe

Tapi aku hanya ingin belajar denganmu……..
Duduk diam didekatmu…………..
Tak akan banyak bicara………..
Diam sejenak, Menghilangkan segala ego dan kesombongan.……….
Diam sejenak, melepas suatu beban dan tuntutan yang tak jelas diarahkan kemana……..
Diam sejenak, mengembalikan rasa yang sering hilang…….
Rasa Ikhlas karena-Nya…………..

Oleh: Shofiatul Fajriyah | Desember 26, 2011

Sarana dan Prasarana RS (1)

Interior design master planning for healthcare facilities

Bangunan fisik industry pelayanan kesehatan memiliki sifat yang unik dibandingkan dengan bangunan fisik komersial lainnya. Bangunan fisik sector industry pelayanan kesehatan akhir-akhir ini mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Dalam perkembangannya, hampir semua Universitas Negeri dan Swasta yang memiliki fakultas kedokteran telah memiliki fasilitas fisik “Rumah Sakit Akademis” dan beberapa perguruan tinggi sedang dalam proses pengerjaan.

Prinsip dasar design Interior Rumah Sakit atau bangunan fisik pelayanan kesehatan pada umumnya harus mengutamakan pada fungsi dan fungsi tersebut harus mengutamakan keselamatan pasien (“patient safety first”), lebih efisien, dan fleksibel agar terwujud kepuasan pelanggan internal dan external.

Manakala implikasi biaya dan usia ekonomis dari perencanaan menjadi perhatian owner maka efisiensi, long term, dan mudah cara pemeliharaannya adalah keharusan yang harus direncanakan dari awal.

Dokumen master plan design interior harus mencakup spesifikasi material dan rekomendasi bagaimana konstruksi dan arsitektur harus dirancang secara ideal, diantaranya jenis lantai, plafon, dinding, furniture, penggunaan finishing pabrikan, penutup jendela, jenis pintu, dan accessories arsitek lain yang diperlukan sesuai dengan standarisasi fungsi rumah sakit utamanya yang berkaitan langsung dengan “patient safety”. Pendokumentasiannya harus detail dan digambarakan secara jelas dalam bentuk RKS.

Penjelasan Tahapan Perencanaan Design Interior:

Phase 1: Definition of needs.

Tahap ini termasuk peninjauan lapangan yang melibatkan semua komponen panitia proyek yang diarahkan oleh staf ahli design interior dari perencana yang ditunjuk, tahapan ini memberikan gambaran bagaimana perencanaan interior dibuat dengan teliti atas apa yang telah ditetapkan dalam RKS. Perencana wajib menjelaskan gambaran hasil akhir dari  perencanaanya melalui penggambaran tiga dimensi atau penjelasan yang lain sehingga owner memahami apa yang menjdai kemauan perencana dan memebrikan masukan atau permintaan bila diperlukan. Hal ini untuk menghindari terjadinya perubahan dalam proses pengerjaannya.

Phase 2: Visioning session.

Sesi mengkolaborasikan visi dan misi RS dalam bentuk output design interior adalah tahapan yang krusial dan sulit serta diperlukan pengalaman khusus untuk mewujudkannya. Penting untuk dipahami bahwa output perencanaan interior rumah sakit harus menggambarkan kesan yang ingin ditampilkan selaras dengan visi dan misi rumah sakit. Proses ini membantu mengidentifikasi dan pencerminan bagaimana fasilitas fisik interior akan mendukung fungsi pelayanan rumah sakit secara keseluruhan. Tahapan ini menjadi pedoman-pedoman prinsip untuk mencapai sasaran dengan menjaga agar proses pekerjaan nantinya tetap pada jalur yang telah diputuskan dan tetap focus pada perencanaan yang telah diputuskan bersama

Phase 3: Design direction.

Proses ini dapat saja berlangsung singkat atau bahkan memerlukan beberpa kali pertemuan antar panitia proyek, pertemuan yang dilakukan akan membicarakan detail dokumen perencanaan interior yang meliputi tujuan perencanaan yang menghasilkan estetika,  efektifitas budged,  sustainability, patient safety, kualitas udara di dalam banguna RS dan isu maintenance di kemudian hari. Perlunya dijelaskan mengenai plus minusnya pemakaian jenis material finishing tertentu dan seterusnya.

Phase 4: Materials selection.

Dalam proses penentuan pemilihan material interior harus mengacu pada prisnsip standar fungsi rumah sakit, perencana harus menjelsakan dengan focus produk material yang akan dipakai. Perencana harus memiliki acuan dan hasil obsevasi material-material yang akan dipakai, sehingga pada saat pelaksanaan tidak terjadi penundaan karena ketiadaan material di pasar.

Phase 5: Finish palette review.

Pada tahapan ini konsultan design interior menyajikan beberapa opsi konsep design kepada panitia proyek untuk dapat dinilai atau dipilih berdasar pada konsep umum yang berkaitan langsung dengan tujuan branding yang ditentukan dalam tahapan kolaborasi design interior dengan visi dan misi rumah sakit. Konsepnya diatur dan dikembangkan berdasarkan pada feedback dari panitia proyek. Hasil perencanaan interior dapat saja bervariasi berdasr pada jenis area, public area, staff area, patient area, supporting area dan lain-lain. Hasil akhir dari perencanaan interior mungkin saja berupa keputusan pembedaan warna/ color management, pembedaan warna lantai, jenis plafon , warna dinding, jenis lift, penutup jendela, artwork dll yang focus pada konsep branding rumah sakit, sehingga bagi pengunjung yang concern terhadap design interior akan mengenali RS dengan kesan mendalam, dan bagi pengunjung awam akan merasakan kenyamanan atas hasil design tersebut. Ketika persetujuan akhir telah diterima maka satu kesatuan dokumen tersebut menjadi master desing interior yang akan dilaksanakan dalam proyek tersebut, dan pimpro (melalui MK) bertanggungjawab untuk menjamin bahwa pelaksanaannya harus sesuai dengan dokumen yang telah disepakati.

Phase 6: Interior furnishings selection.

Dalam kondisi yang sama pada standard proses penyelesaian suatu perencanaan, diskusi mengenai perabotan (furniture) juga berfakus pada produk atau supplier tertentu yang telah memiliki kualitas produk yang bagus dalam hal material, finishing warnanya dan kenyamanan bila dipergunakan atau dinikmati melalui pandangan. Dalam proses ini perencana dapat memberikan alternative untuk menawarkan kunjungan pabrik/workshop/showroom produk interior tertentu sebagai acuan untuk memutuskan pilihan jenis furniture atau interior furniture yang sesuai dengan brand rumah sakit sehingga akan muncul brand image yang mengesankan.

Phase 7: Warranty and maintenance binders.

Sebagaimana umumnya dalam proyek konstruksi, sangat penting untuk merumuskan bagaiamana pelaksanaan program garansi dan maintenance pada semua fasilitas rumah sakit sesuai dengan informasi dari masing-masing. Lembar spesifikasi produk harus mencantumkan informasi spesifikasi mengenai garansi/jaminan, tingkat kekuatan terhadap api, prosedur maintenance, daya tahan, tingkat kelicinan, dan informasi lain yang diperlukan oleh panitia proyek dan atau berdasarkan peraturan departemen tertentu di wilayah tersebut. Dengan tersedianya informasi yang lengkap mengenai kondisi perkakas dan material interior lainnya akan memudahkan owner untuk menjalankan proses maintenance sekaligus memudahkan dalam memberikan penjelasan kepada institusi tertentu dalam program kunjungan dan pemerikasan berkala mereka.

Keuntungan dibuatnya sebuah interior design master plan:

Interior design master plan yang efektif akan memudahkan manajemen puncak dan manajer rumah sakit memasarkan branding dan images rumah sakit secara keseluruhan dari sisi fasilitas fisiknya. Design interior yang baik akan berfokus pada strategi dan metode pemecahan masalah dalam proses operasionalisasi rumah sakit, sehingga hasil akhrinya harus dipikirkan jangka panjangnya, utamanya dalam hal maintenance.
Disamping manajemen warna dan tema interior yang terintegrasi dalam visi dan misi, juga diperhatikan flow rumah sakit secara keseluruhan, sehingga muncul harmonisasi fungsi rumah sakit.

Ruang Operasi Sesuai Permenkes

Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1204/MENKES/SK/X2004, persyaratan Ruang Operasi adalah sebagai berikut: Indeks angka kuma: 10 CFU/m³, Indek pencahayaan: 300 – 500 lux, Standar suhu: 19 – 24 ºC, kelembaban: 45 – 60 %, tekanan udara: Positif, Indeks kebisingan 45 dBA dan waktu pemaparan 8 jam. Untuk pemantauan kualitas udara ruang harus dilakukan uji kualitas udara (kuman, debu, dan gas).

Sebagian besar Rumah Sakit belum sepenuhnya sesuai dengan keputusan tersebut diatas, khususnya tekanan udara- nya. Cara pengukuran tekanan udara ini sangat mudah, sekalipun tidak punya alat pengukur khusus, dapat dilakukan dengan cara konvensional, letakan pita ringan didepan pintu ruang operasi (pintu dalam keadaan dibuka sedikit; secukupnya), jika pita tersebut tidak bergerak menjauh dari pintu tersebut maka dipastikan tidak ada tekanan udara dari dalam ruang operasi. Dan selama AC yang dipakai di dalam ruang tersebut tidak menggunakan system supplay dan return air (ada udara yang diambil dari luar dan disaring kemudain masuk kedalam system pendingin untuk didistribusikan di dalam ruangan tersebut, serta adanya pembuangan sebagian udara ke luar ruang operasi melelui system pendingin udara) maka selama itu pula klasifikasi tekanan udara positif tidak pernah akan tercapai.

Produk AC yang siap pasang di pasaran adalah AC type split duct (system kerjanya seperti AC Sentral) tetapi daya listrik yang dibutuhkan relative kecil dan dapat di design untuk masing-masing ruangan operasi. Filter yang dipakai adalah jenis hepa filter yang besaran filternya bervariasi dari 0,5 mikron sampai dengan 0,3 mikron. Design kasar atas keperluan kapasitas AC model ini untuk standar ruang operasi dengan luas 6 x 6 meter tinggi plafon 3 meter dengan kelengkapan peralatan medis didalamnya cukup digunakan AC Split duck dengan kapasitas lebih kurang 6 PK. Biayanya relative murah bila dikaitkan dengan fungsi pemenuhan standard dan kualitas layanan.

Material Lantai, Dinding dan Plafon:

Lantai: sebaiknya menggunakan vinyl ketebalan 2.5 mm – 3 mm, warna sesuai selera, sebaiknya warna polos (tidak bercorak). Gunakan spesifikasi terbaik untuk fungsi jangka panjang.

Dinding: sebaiknya menggunkan gypsum dengan ketebalan 15mm atau double layer dengan ketebalan masing-masing 10mm (lebih direkomendasikan menggunakan gypsum water resistant), dengan konstruksi yang kuat, jarak antara main support (vertical) tidak lebih dari 400mm (40cm), dan horizontal framenya tidak lebih dari 600mm (60 cm), bila ruangan operasi lebih dari satu dan bersebelahan, pasang isolasi antara kedua dinding dapat menggunakan Styrofoam, atau lembaran spon lembut. (hindari penggunaaan isolasi yang berasal dari bahan yang mengandung partikel micron. Finishing pengecatan cukup bagus dengan bahan epoxy painting.

Plafon: cukup menggunakan gypsum dengan ketebalan 12 mm jenis water resistant, rangka galvalum dengan aplikasi 300mm x 300 mm, dengan original accessories, memungkinkan untuk maintenance dengan beban minimal 60 kg.

Finishing pengecetan epoxy sudah cukup memadai sesuai standar yang dikehendaki.

Tidak dibenarkan ada opening untuk maintenance di dalam ruang operasi, jenis lampu penerangan dan lampu operasi harus dipilih yang berkualitas bagus agar pemasangannya tidak mengalami kendala pada permasalahan lubang-lubang kecil disekitar konstruksi lampu.

Kelengkapan lain:

Gas Sentral minimal: Oksigen, N2O dan Medical compressed air. Bila tingkat kompleksitas ruangan operasinya tinggi (Micro Surgery) disarankan outlet oksigen lebih dari satu dan harus menggunakan system pendant termasuk kebutuhan outlet listriknya.

Medical Equipment:

Sesuaikan dengan peruntukan ruang operasi, equipment basic yang harus ada, Meja Operasi (Electric/manual), Anastesi mesin, pasien monitor (sebaiknya 7 parameter; dengan menu IBP), Instrumen trolley, medicine trolley, Waste basket, kick basket, foot stool, (laparoscopy recommended), Instrument, dll

Lay Out:

Dilengkapi dengan preparation room, scrub up. recovery room, access ke ICU, access terpisah untuk instrument steril dan non steril, pintu sebaiknya automatic/manual sliding, ada koridor semi steril dan non steril, ada ruang ganti perawat dan dokter yang dipisahkan antara pria dan wanita, ada ruang dokter dan perawat yang memadai, ada ruang linen bersih, ada ruang penyimpanan obat dll

Mechanical and Electrical

Pembangunan sebuah hospital menempati rangking teratas dalam hal komplesitasnya bila dibandingkan dengan public building yang lain (hotel, perkantoran, kampus dll), untuk itu diperlukan pemahaman yang sama pada tim yang terlibat dalam proses pembangunan sebuah hospital, berikut adalah beberapa hal penting yang nampaknya sederhana namun sering “terlewatkan” dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan hospital.

Mechanical:

1.      Pneumatic tube system

Perangkat distribusi material farmasi, laboratorium, dan data antar unit (tidak diperuntukan bagi distribusi bahan dan peralatan makanan), harus dipasang oleh agen resmi yang ada sesuai produk yang dipilih, dan ada jaminan pemakaian original material untuk semua system yang terpasang.

2.      Fire alarm, smoke detector, fire hydarant, dan portable fire extinguisher

Instrument pencegahan dan penaggulangan bahaya kebakaran, pemasangannya disesuaikan dengan lokasi dan jenis apinya, dipasang pada semua bagian didalam dan luar hospital (pilar hydran)

3.  Incenerator

Peralatan pengalahan limbah padat hospital dengan cara pembakaran, posisisnya diusahakan sejauh mungkin dengan main building dan pemukiman

4.      Waste water treatment plant

Pengolahan limbah cair hospital, untuk efisiensi masih dapat digunakan system konvensional, namuan diharuskan tidak ada kebocoran dari air tanah pada bak penampungnya agar pertumbuhan bakteri pengurainya baik

5.      Medical Gas Central:

Instalasi pipa gas harus dikerjakan oleh perusahaan yang memiliki pengalaman khusus sebagai kontraktor gas medis di hospital, pemipaan harus rapih, dan finishingnya di beri tanda pada masing-masing pipanya serta di buatkan jalur shaft khusus menuju ke semua lantai, sebaiknya semua bed diberi fasilitas gas medis outlet, untuk efisiensi tenaga dan alsasn k3

6.      Plumbing works:

Instalasi pipa air bersih, hydrant, air kotor, dan air panas harus dibuatkan shaft tersendiri, terpisah dengan shaft listrik dan jalur pipa condenser ac dan medical gas) dilengkapi kategori perbedaan warna dan diskripsi pada masing-masing pipanya.

7.      AC system:

Tata udara pada ruang selain ICU, OK, Recovery, Delivery, Isolasi dan Laboratorium sebaiknya menggunakan system Fresh and return air, bukan AC split

8.      Water treatment

Kebutuhan air untuk hospital memiliki perlakuan khusus (ICU, Lab, OK, CSSD, Delivery, dan Poli gigi), kualitas air harus rendah fed an sink, sehingga perlu di treatment. Loaksi ini sebaiknya juga dibuat kan rumah tersendiri, pemasangan pompa-pompa air harus rapih dan systematic.

9.      Lift pasien, pengunjung, dan barang

Untuk keperluan transportasi di dalam hospital bertingkat lebih dari dua lantai sebaiknya di pasang lift dan ramp (untuk kasus emergency: bencana alam dan kebakaran), bedakan jenis lift untuk pasien dan pengunjung, posisikan lift untuk pasien dan barang terlindung dari access umum, lift untuk pasien sebaiknya menggunakan pass trough, sehingga alur keluar dan masuk ke ward blocknya memenuhi standard alur, lift barang dapat di fungsikan sebagai pembawa jenazah (gunakan type khusus). Untuk distribusi makanan dapat menggunakan lift pengunjung, namun trolley-nya harus dirancang khusus, rapat dan bagus.

Electrical:

a.      Power resources:

Transformer, generator, amf ats, stabilizer, ups, main panel, distribution panel, dan steam boiler harus dibuatkan rumah tersendiri (power house) dan terpisah dengan main building. Untuk distribusi listrik pada masing-masing lantai dibuatkan panel listrik dan diletakkan pada shaft electrical jangan kombinasikan dengan instalasi lain.

Insatalasi listrik harus dilakukan pengetesan sebelum di operasikan, semua grounding harus memenuhi standard medis, termasuk didalamnya grounding untuk penangkal petir.

b.      Nurse Call:

System komunikasi antaara perawat dengan pasien seperti hospital pada umumunya menggunakan nurse call, didalam toilet harus dilengkapi dengan emergency call menggunakan pull hand switch.

c.       Telephone system:

Demi kenyamanan dan kelancaran komunikasi baik internal maupun eksternal, hospital harus dilengkapi dengan instalasi telepon yang terintegarasi dengan IT dan billing. Mutlak diperlukan PABX dengan advance technology, sehingga untuk minimal 10 tahun kedepan masih dapat sinkron dengan perkembangan teknologi.

d.      Armature lamp

Konsep sinar redup sah-sah saja tapi tidak untuk bagian tertentu yang memerlukan intensitas cahaya lebih tinggi (OK, ICU, Farmasi, Radiology, Laboratorium), gunakan jenis lampu hemat energi dan mudah car penggantiannya serta rapat housingnya.

Dalam hal fungsionlisasi hospital, arsitek tetap diberi keleluasaan untuk berkreasi, tetapi function value-nya tetap menjadi prioritas, Ruang OK, ICU, CSSD dan Radiology memerlukan perlakuan khusus dari semua jenis bahan yang diperlukan, dinding, lantai, plafond dan jenis serta arah membukanya pintu harus sinkron dengan alur hospital secara keseluruhan

Upgrading Radiology

Perkembangan technology radiology equipment saat ini sangat pesat, jauh sekali bila dibandingkan dengan keadaan 6 tahun yang lalu, merek-merek papan atas seolah berlomba-lomba dalam hal keunggulan tekhnologi dan tambahan fasilitas menu yang lengkap dalam memproduksi perlatan radiology. Ambil contoh betapa cepat perkembangan Ct Scan dalam hal slice-nya dan lain-lain.

Seiring dengan kondisi tersebut, banyak rumah sakit yang menyesuaikan dengan keadaan tersebut, baik atas tuntutan pasar, konsumen maupun pertimbangan competitor.

Benturan yang sering terjadi pada banyak rumah sakit adalah adanya ketidaksesuaian fasilitas fisik yang telah ada dengan type peralatan radiology baru. Hal ini sering menjadi penyebab tertundanya rencana penyesuaian diatas.

Biasanya management rumah sakit merasa kuatir bila melakukan renovasi fasilitas fisik pada unit radiology yang sedang beroperasi akan mengganggu proses pelayanan bahkan menyebabkan berhentinya layanan pada unit tersebut.

Berikut ini adalah trik berdasarkan pengalaman melakukan renovasi tanpa gangguan berarti:

  • Lakukan pekerjaan renovasi setelah jam layanan selesai (kerjakan dimalam hari).
  • Lakukan pekerjaan bertahap ruang demi ruang.
  • Untuk pemasangan proteksi radiasi, gunakan gypsum sebagai penutup finishingnya.
  • Pemasangan jalur kabel untuk alat baru buatlah model “floor channel”.
  • Gantilah lantai dengan vinil berketebalan 3mm.
  • Gunakan finishing cat warna cerah.
  • Buat ruang tunggu pasien senyaman mungkin.
  • Buat panel listrik serapih mungkin dan lebihkan kapasitasnya.
  • Sediakan UPS dan Stabiliser secukupnya, atau sambungkan dengan generator set.
  • Pasang penerangan secukupnya.

taken from : http://www.konsultanrumahsakit.com

 

 

Oleh: Shofiatul Fajriyah | Desember 26, 2011

PERIJINAN PENDIRIAN RUMAH SAKIT SWASTA

Penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan (termasuk rumah sakit) dalam rangka peningkatan kesehatan, pemeliharaan kesehatan, pengobatan penyakit dan pemulihan kesehatan, selain merupakan tangung jawab Pemerintah juga merupakan hak bagi masyarakat untuk ikut berperan serta. Meskipun masyarakat berhak untuk ikut berperan serta secara nyata seperti mendirikan dan menyelenggarakan rumah sakit, tidaklah berarti bahwa masyarakat diperbolehkan dengan sewenang-wenang atau semau-maunya untuk mendirikan dan menyelenggarakannya.

Pemerintah selaku penyelenggara pemerintahan dan penguasa negara berkewajiban untuk selalu menciptakan dan memelihara ketertiban dan keteraturan dalam masyarakat. Dan sebagai negara hukum, setiap bentuk kegiatan yang dilakukan baik oleh Pemerintah sendiri maupun oleh masyarakat harus memperhatikan ketentuan yang berlaku. Berbagai faktor dan aspek yang terkait dengan akibat dari pendirian dan penyelenggaraan suatu kegiatan perlu diperhatikan, dipertimbangkan dan diperhitungkan dengan baik agar tidak menimbulkan kerugian baik kepada manusia maupun kepada lingkungan hidup sekitarnya. Untuk itu masyarakat harus tunduk dan patuh pada ketentuan pendirian dan penyelenggaraan rumah sakit yang diatur oleh Pemerintah. Dengan demikian untuk melakukan kegiatan pendirian dan penyelenggaraan rumah sakit harus mengikuti prosedur perizinan yang ditetapkan oleh Pemerintah.

IUS CONSTITUTUM / HUKUM POSITIF PERIZINAN PENDIRIAN RUMAH SAKIT

Perizinan merupakan fungsi pengendalian pemerintahan terhadap penyelenggara kegiatan yang dilakukan oleh swasta. Pemberian izin sarana kesehatan merupakan akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat bahwa sarana kesehatan yang telah diberi izin tersebut telah memenuhi standar pelayanan dan aspek keamanan pasien, jadi perizinan sangat terkait dengan standar dan mutu pelayanan. Sehingga dalam pendirian dan penyelenggaraan rumah sakit yang termasuk sektor kesehatan, tentu Menteri Kesehatan selaku pimpinan Departemen Kesehatan yang membidangi urusan kesehatan dalam pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini memiliki kewenangan untuk membuat dan menetapkan tata cara perizinan pendirian rumah sakit. Prosedur perizinan pendirian rumah sakit itu dituangkan dalam berbagai keputusan.

Dengan pemberlakuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, maka ketentuan perizinan pendirian rumah sakit akan mengalami perubahan. Oleh karena sampai saat ini peraturan pelaksana yang merupakan amanat dari PP 38/2007 tersebut masih belum ditetapkan, maka ketentuan perizinan pendirian rumah sakit masih menggunakan peraturan lama yang masih berlaku.

Disamping itu, Pemerintah juga sampai saat ini telah berusaha menyusun Rancangan Undang-Undang tentang Rumah Sakit (RUU Rumah Sakit). Salah satu peluang peraturan-peraturan yang lebih spesifik akan dipayungi oleh RUU Rumah Sakit tersebut, yang dalam waktu tidak lama lagi akan dibahas antara Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR

Pedoman pendirina Rumah sakit Swasta:

  1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 920/Menkes/Per/XII/1986 tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta di Bidang Medik, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 084/Menkes/Per/II/1990 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 920/Menkes/Per/XII/1986 Tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta di Bidang Medik;
  2. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 806b/Menkes/SK/XII/1987 tentang Klasifikasi Rumah Sakit Umum Swasta;
  3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 159b/Menkes/Per/II/1988 tentang Rumah Sakit, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 191/Menkes-Kesos/SK/II/2001 tentang Perubahan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 157/ Menkes/SK/III/1999;
  4. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 282/Menkes/SK/III/1993 tentang Pola Tarif Rumah Sakit Swasta;
  5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 378/Menkes/Per/V/1993 tentang Pelaksanaan Fungsi Sosial Rumah Sakit Swasta;
  6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit;
  7. Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor 725/Menkes/E/VI/2004 tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta Di Bidang Medik;
  8. Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor 1425/Menkes/E/XII/2006 tentang Standar Prosedur Operasional Pelayanan Publik di Lingkungan Departemen Kesehatan;
  9. Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik Nomor 0308/Yanmed/RSKS/PA/SK/IV/1992 tentang Pedoman Teknis Upaya Kesehatan Swasta di Bidang Rumah Sakit Dalam Rangka Penanaman Modal Dalam Negeri

Berdasarkan pada ketentuan yang berlaku sampai tulisan ini dibuat, pihak swasta yang akan mendirikan rumah sakit harus memperoleh izin pendirian dan izin penyelenggaraan. Izin penyelenggaraan dapat dibagi kedalam dua jenis yaitu, izin operasional dan izin tetap. Penjelasan selengkapnya, sebagai berikut:

  1. Izin Prinsip / Izin Pendirian / Pembangunan Rumah Sakit
    Izin ini diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Masa berlaku izin ini selama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang untuk 1 (satu) tahun kedepan.
  2. Izin Operasional / Izin Penyelenggaraan Sementara Rumah Sakit
    Izin ini diperoleh dari Dinas Kesehatan Propinsi. Izin ini berlaku selama 2 (dua) tahun yang diberikan secara pertahun.
  3. Izin Tetap / Izin Penyelenggaraan Tetap Rumah Sakit
    Izin ini diperoleh dari Menteri Kesehatan (teknisnya dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik). Masa berlaku izin ini selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang.

KELENGKAPAN SURAT PERMOHONAN PERIZINAN RUMAH SAKIT

Berdasarkan hukum positif sebagaimana disebut diatas, pihak swasta (yayasan atau badan hukum lain) yang akan mendirikan dan menyelenggarakan rumah sakit terlebih dahulu harus mempelajari dan memahami tata cara dan persyaratan pendirian dan penyelenggaraan rumah sakit sebagaimana diatur dalam ketentuan-ketentuan tersebut sebelum mengajukan permohonan izin pendirian dan penyelenggaraan rumah sakit kepada Menteri Kesehatan u.p. Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik melalui Kepala Dinas Kesehatan Propinsi setempat.

Pengajuan permohonan izin pendirian dan penyelenggaraan rumah sakit disampaikan dalam bentuk surat permohonan dengan melampirkan kelengkapan berkas-berkas sesuai persyaratan. Sebagai kelengkapan surat permohonan izin tetap, sebagai berikut:

  1. Daftar isian untuk mendirikan Rumah Sakit
  2. Rekomendasi dari Dinkes Propinsi
  3. BAP RS dari Dinkes Propinsi
  4. Surat pernyataan dari pemilik RS bahwa sanggup mentaati ketentuan dan peraturan yang berlaku di bidang kesehatan
  5. Izin UU Gangguan (HO)
  6. Dokumen UKL – UPL (AMDAL)
  7. Struktur organisasi RS
  8. Daftar ketenagaan medis, paramedis non medis
  9. Data Kepegawaian Direktur RS:
    Ijazah Dokter
    Surat Penugasan;
    Surat Izin Praktek (SIP)
    Surat Pengangkatan sebagai Direktur oleh pemilik RS
    Surat Pernyataan tidak keberatan sebagai Direktur dan penanggung jawab RS (asli bermaterai)
  10. Data Kepegawaian Dokter:
    Ijazah Dokter
    Surat Penugasan
    Surat Izin Praktik (SIP)
    Surat Pengangkatan sebagai Tenaga Dokter di RS oleh Pemilik (untuk tenaga purna waktu)
    Surat Izin atasan langsung untuk tenaga purna waktu
    Surat lolos butuh untuk tenaga purna waktu
  11. Data Kepegawaian Paramedik dilampiri Ijazah
  12. Hasil pemeriksaan air minum ( 6 bulan terakhir)
  13. Daftar inventaris medis, penunjang medis dan non medis
  14. Daftar tarif pelayanan medik
  15. Denah-denah:
     Denah situasi
     Denah bangunan (1:100)
     Denah jaringan listrik
     Denah air dan air limbah
  16. Akte Notaris pendirian badan hokum
  17. Sertifikat tanah
  18. Feasibility Study
  19. Master Plan
  20. Analisa Pelayanan dan Perencanaan Pengembangan
  21. Analisa Keuangan
  22. Program Fungsi RS
  23. Daftar dan Jenis Ruangan
  24. MSDM dan perencanaan rekrutmennya
  25. Rencana Klasifikasi Rumah Sakit
  26. Akta Notaris Pendirian Badan Hukum pemohon (Photo Copy)
  27. Sertifikat tanah dan Surat Penunjukan Pengguna (Photo Copy)
  28. Ijin Lokasi daro PEMDA setempat
  29. Ijin Pemanfaatan Lokasi dari Pemohon
  30. IMB (Photo Copy)
  31. Rekomendasi PERSI

SYARAT-SYARAT MENDIRIKAN RUMAH SAKIT SWATA BERDASAR  UU No.44 tahun 2009

  1. RS yang didirikan oleh swasta, harus berbentuk badan hukum yang kegiatan usahanya hanya bergerak dibidang perumahsakitan (pasal 7 ayat 4)
  2. Persyaratan Lokasi (pasal 8 tentang Amdal)
  3. Persyaratan Bangunan (pasal 9 – pasal 10)
  4. Persyaratan Prasarana ( pasal 11, masih menunggu Peremenkes RI)
  5. Persyaratan SDM (pasal 12 – pasal 14, tidak ada hal yang baru kecuali RS dapat memperkerjakan tenaga kesehatan Asing sesuai dengan kebutuhan pelayanan yang diatur lebih lanjut dengan PP
  6. Persyaratan Kefarmasian (pasal 15 untuk standar pelayanan kefarmasian diatur Permenkes)
  7. Persyaratan Peralatan Medis dan Nonmedis (pasal 16)

                                                                                      

 

PMK: 147/MENKES/PER/I/2010  tentang PERIZINAN RUMAH SAKIT

 

Bab II Perizinan Rumah Sakit:

Pasal 2:

  1. Setiap rumah sakit harus memiliki izin
  2. Izin terdiri atas : izin mendirikan rumah sakit dan izin operasional rumah sakit
  3. Izin operasional terdiri atas izin operasional sementara dan izin operasional tetap

Pasal 3:

  1. Permohonan izin diajukan menurut jenis dan klasifikasi rumah sakit
  2. Izin rumah sakit kelas A dan rumah sakit penanaman modal asing atau penanaman modal dalam negeri diberikan oleh Menkes setelah mendapatkan rekomendasi dari pejabat yang berwenang di bidang kesehatan pada pemda provinsi
  3. Izin rumah sakit kelas B diberikan oleh pemda Provinsi setelah mendapatkan rekomendasi dari pejabat yang berwenang di bidang kesehatan pada pemda kab/kota
  4. Izin rumah sakit kelas C dan D diberikan oleh pemda kab/kota setelah mendapat rekomendasi dari pejabat yang berwenang di bidang kesehatan pada pemda kab/kota

BAB II Izin Mendirikan Rumah Sakit:

Pasal 4 :

Persyaratan izin mendirikan rumah sakit terdiri atas :

1.      Studi kelayakan

2.      Master plan

3.      Status kepemilikan

4.      Rekomendasi izin mendirikan

5.      Izin undang-undang gangguan (HO)

6.      Persyaratan pengolahan limbah

7.      Luas tanah dan sertifikatnya

8.      Penamaan

9.      Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

10.  Izin Penggunaan Bangunan (IPB)

11.  Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

*Studi Kelayakan Rumah Sakit:

Studi Kelayakan RS: awal kegiatan perencanaan rumah sakit secara fisik dan non fisik yang berisi tentang:

a)      Kajian kebutuhan pelayanan rumah sakit 

b)      Kajian kebutuhan sarana/fasilitas dan peralatan medik/non medik, dana serta tenaga yang dibutuhkan untuk layanan yang akan diberikan 

c)      Kajian kemampuan pembiayaan 

*Master plan:

strategi pengembangan aset untuk sekurang-kurangnya sepuluh tahun kedepan dalam pemberian pelayanan kesehatan secara optimal yang meliputi identifikasi proyek perencanaan, demografis, tren masa depan, fasilitas yang ada, modal dan pembiayaan.

*Status kepemilikan:

  • Pemerintah, berbentuk UPT dari Instansi yang bertugas di bidang kesehatan dan instansi tertentu dengan pengelolaan Badan Layanan Umum ,
  • Pemerintah Daerah, berbentuk LTDaerah dengan pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah, atau 
  • Swasta, berbentuk badan hukum yang kegiatan usahanya hanya bergerak di bidang perumahsakitan 
  • Badan hukum dapat : Yayasan, Perseroan, PT, Perkumpulan dan Perusahaan Umum.
  • Badan hukum dalam rangka penanaman modal asing atau penanaman modal dalam negeri harus mendapat rekomendasi dari instansi yang melaksanakan urusan penanaman modal asing atau PMDN.

*Pengolahan limbah:

  • Persyaratan pengolahan limbah:
  • Upaya Kesehatan Lingkungan (UKL), 
  • Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dan atau 
  • Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) 
  • dilaksanakan sesuai jenis dan klasifikasi Rumah Sakit sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

*Luas tanah, penamaan, dan izin terkait:

*Luas tanah:

  • RS dengan bangunan tidak bertingkat, minimal 1½ (satu setengah) kali luas bangunan dan 
  • RS bangunan bertingkat minimal 2 (dua) kali luas bangunan lantai dasar. 
  • Luas tanah dibuktikan dengan akta kepemilikan tanah yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

*Penamaan Rumah Sakit :

  • harus menggunakan bahasa Indonesia, dan
  • tidak boleh menambahkan kata ”internasional”, ”kelas dunia”, ”world class”, ”global” dan/atau kata lain yang dapat menimbulkan penafsiran yang menyesatkan bagi masyarakat.

PENAMAAN RUMAH SAKIT DAN PERLINDUNGAN HUKUMNYA

Penamaan rumah sakit sering didapati memakai nama yang sama. Penamaan rumah sakit yang memakai nama yang sama dengan nama rumah sakit ditempat lain, adakalanya dapat memberikan pengaruh yang baik / positif, namun tidak jarang dapat menerima akibat yang tidak baik / negatif. Bila sebuah rumah sakit ditempat A bernama X diberitakan dimedia masa keunggulan dan kebaikannya, maka pengaruh pemberitaan itu dapat berpengaruh positif bagi rumah sakit yang memakai nama yang sama meskipun tidak berada dilokasi yang sama. Ini kalau pemberitaannya hal-hal yang baik. Bagaimana halnya bila pemberitaan yang sebaliknya. Tentu bisa-bisa mendatangkan kerugian bagi rumah sakit yang sebenarnya bukan rumah sakit yang dimaksud, hanya namanya saja yang sama. Kalau sudah begitu, bagaimana perlindungan hukumnya !

Pengaturan penamaan rumah sakit memang belum ada ketentuan hukumnya. Bila memperhatikan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek dan berbagai Peraturan / Keputusan Menteri Kesehatan yang mengatur rumah sakit tidak mengatur perihal penamaan dan pendaftaran nama rumah sakit. Namun demikian untuk mendapatkan perlindungan hukum terhadap penyalahgunaan nama atau resiko yang tidak dapat diduga atas penggunaan nama yang sama, sebaiknya pemilik rumah sakit mendaftarkan nama rumah sakitnya pada instansi yang berwenang.

Penyelenggaraan rumah sakit merupakan kegiatan pelayanan ’jasa’ di bidang kesehatan. Oleh karena itu nama rumah sakit dapat dikategorikan juga sebagai merek jasa. Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, menjelaskan pengertian tentang merek jasa, yaitu:

”Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.”

Penamaan rumah sakit dapat memakai nama-nama apa saja yang disukai oleh pemilik rumah sakit. Namun demikian dalam penamaan rumah sakit perlu memperhatikan etika penamaan. Berdasarkan Surat Edaran Nomor : 0419/Yan.Kes/RSKS/1984 tanggal 1 September 1984 tentang Pemberian Nama Rumah Sakit, diantaranya menyebutkan bahwa akhir-akhir ini banyak penggunaan nama orang yang masih hidup untuk nama rumah sakit dan mengingat bahwa nama itu merupakan monumen, tapi juga dapat merupakan reklame bagi seseorang (yang menyalahi segi Etik Kedokteran), maka dianjurkan agar pemberian nama rumah sakit tidak mempergunakan nama orang yang masih hidup lebih-lebih bila memakai nama yang punya ataupun yang berpraktek disitu. Dalam memilih nama rumah sakit hendaknya diambil nama dari tokoh pejuang, tokoh pembangunan terutama di bidang kesehatan yang sudah almarhum untuk mengingat dan menghargai jasa-jasanya, dengan menyesuaikan besar kecilnya jasa tokoh tersebut dengan besar/kelasnya rumah sakit atau nama-nama yang netral yang punya arti kasih sayang sesama manusia

*Memiliki Izin

undang-undang gangguan (HO), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Penggunaan Bangunan (IPB) dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) yang dikeluarkan oleh instansi berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.

Pasal 5

  1. Rumah sakit harus mulai dibangun setelah mendapatkan izin mendirikan
  2. Izin mendirikan berlaku 2 tahun dan dapat diperpanjang 1 tahun
  3. Apabila dalam jangka waktu tersebut belum/tidak melakukan pembangunan maka harus mengajukan izin pendirian yang baru

BAB III Bagian ketiga: izin operasional

Pasal 6 :

persyaratan izin operasional rumah sakit :
1. Sarana dan prasarana
2. Peralatan
3. Sumber daya manusia
4. Administrasi dan manajemen

Pasal 7 :

Izin operasional sementara diberikan kepada RS yang belum dapat memenuhi seluruh persyaratan pasal 6 dan diberikan untuk jangka waktu 1 (satu) tahun

*Sarana dan prasarana:

Tersedia dan berfungsinya sarana dan prasarana pada rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, operasi/bedah, tenaga kesehatan, radiologi, ruang laboratorium, ruang sterilisasi, ruang farmasi, ruang pendidikan dan latihan, ruang kantor dan administrasi, ruang ibadah, ruang tunggu, ruang penyuluhan kesehatan masyarakat rumah sakit; ruang menyusui, ruang mekanik, ruang dapur, laundry, kamar jenazah, taman, pengolahan sampah, dan pelataran parkir yang mencukupi sesuai dengan jenis dan klasifikasinya.

*Peralatan

  • Peralatan: Tersedia dan berfungsinya peralatan/perlengkapan medik dan non medik untuk penyelenggaraan pelayanan yang memenuhi standar pelayanan, persyaratan mutu, keamanan, keselamatan dan laik pakai sesuai dengan jenis dan klasifikasinya.
  • Memiliki izin pemanfaatan dari instansi berwenang sesuai ketentuan yang berlaku untuk peralatan tertentu, misalnya; penggunaan peralatan radiologi harus mendapatkan izin dari Bapeten.

*Sumber daya manusia,

  • Tersedianya tenaga medis, dan keperawatan yang purna waktu, tenaga kesehatan lain dan tenaga non kesehatan telah terpenuhi sesuai dengan jumlah, jenis dan klasifikasinya.
  • Standar SDM di RS Umum
  • Standar SDM pada rumah sakit khusus:

Jumlah dan jenisnya sesuai dengan jenis rumah sakit khususnya, misal untuk RSK Jiwa dengan RSK Paru berbeda- beda standarnya. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Permenkes 340/Menkes/Per/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit 

*Administrasi dan manajemen:

Memiliki organisasi paling sedikit terdiri atas Kepala Rumah Sakit atau Direktur Rumah Sakit, unsur pelayanan medis, unsur keperawatan, unsur penunjang medis, komite medis, satuan pemeriksaan internal, serta administrasi umum dan keuangan.

  1. Kepala Rumah Sakit harus seorang tenaga medis yang mempunyai kemampuan dan keahlian di bidang perumahsakitan.
  2. Tenaga struktural yang menduduki jabatan sebagai pimpinan harus berkewarganegaraan Indonesia.
  3. Pemilik Rumah Sakit tidak boleh merangkap menjadi kepala Rumah Sakit.

Membuat daftar tenaga medis yang melakukan praktik kedokteran atau kedokteran gigi dan tenaga kesehatan lainnya.
Memiliki dan menyusun dan melaksanakan peraturan internal Rumah Sakit (hospital by laws dan medical staf by laws).
Memilik standar prosedur operasional pelayanan Rumah Sakit

Pasal 8

(Penetapan kelas):

  1. RS yang telah memiliki izin operasional sementara harus mengajukan surat permohonan penetapan kelas RS kpd Menteri
  2. Persyaratan administrasi :
    1. Rekomendasi dari Dinkes Kabupaten Kab/Kota dan Dinkes Provinsi;
    2. Profil dan data rumah sakit; dan 
    3. Isian Instrumen Self Assesment penetapan kelas 
    4. Penilaian dilakukan oleh Tim Penilai dan hasilnya ditetapkan oleh Menteri

PROSEDUR PENGAJUAN IJIN RUMAH SAKIT

PROSEDUR
1. Pemohon datang ke KPT, mengambil, mengisi dan menandatangani formulir serta melampirkan persyaratan.
2. Setelah diteliti dan dinyatakan lengkap dan benar, berkas permohonan diagendakan dan kepada pemohon diberikan arsip permohonan.
3. Berkas permohonan selanjutnya diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Apabila Ijin telah diterbitkan pemohon akan diberitahu oleh KPT dan selanjutnya bisa diambil di loket pengambilan KPT.

JENIS IJIN RUMAH SAKIT
1. Ijin Mendirikan RSU, RSB, RSIA.
2. Ijin Sementara atau Ijin Operasional Sementara RSU, RSB, RSIA.
3. Ijin Tetap atau Ijin Penyelenggaraan RSU, RSB, RSIA.
4. Perpanjangan Ijin tetap RSU, RSB, RSIA.

JANGKA WAKTU PENYELESAIAN
Jangka waktu penyelesaian adalah 30 hari kerja sejak diterimanya permohonan dan diagendakan di KPT
Masa Berlaku
1. Ijin Sementara : 6 bulan
2. Ijin Tetap : 5 tahun

taken from : http://www.konsultanrumahsakit.com

Oleh: Shofiatul Fajriyah | Desember 26, 2011

PERENCANAAN RUMAH SAKIT

PENGERTIAN RUMAH SAKIT
1. Rumah Sakit Umum adalah tempat pelayanan yang menyelenggarakan pelayanan umum medik dasar  dan spesialistik, pelayanan penunjang medik,pelayanan instalasi dan pelayanan perawatan secara rawat jalan dan rawat inap.
2. Rumah Sakit Khusus adalah tempat pelayanan yang menyelenggarakan pelayanan medik spesialistik tertentu, pelayanan penunjang medik, pelayanan instalasi dan pelayanan perawatan secara rawat jalan dan rawat inap.

Perencanaan Rumah Sakit dapat dibagi ke dalam dua kategori:

  1. Study Kelayakan untuk perencanaan dimana Rumah Sakit akan dibangun (penetapan lokasi)
  2. Perencanaan bangunan fisik, peralatan dan fasilitas penunjang lainnya

    Di dalam Study Kelayakan ,

setidaknya kita harus  survey hal-hal sebagai berikut:

    1. Kebutuhan akan Rumah Sakit di area tersebut

Kebutuhan untuk menganalisa lokasi Rumah Sakit: Lebih baik menunjuk konsultan rumah sakit yang dapat melakukan survey untuk mementukan kelayakan lokasi yang dipilih secara obyektif. Di dalam survey ini konsultan harus menilai apakah komunitas dalam jangkaun proyek mampu memanfaatkan pelayanan yang diberikan rumah sakit, jika komunitas dalam jangakauan termasuk komunitas yang sejahtera maka harus dibuat rumah sakit yang “mewah” atau dengan kata lain rumah sakit harus memiliki fasilitas yang layak (diatas rata-rata fasilitas rumah sakit lain yang sudah ada). Tranportasi, fasilitas umum, pemondokan (tempat tinggal) bagi calon karyawan termasuk hal yang harus diperhitungkan dalam survey ini

    1. Kondisi lokasi

Kondisi Lokasi Rumah Sakit: Lokasi yang dipilih harus memiliki luasan lahan yang “cukup” luas untuk keperluan pengembangan dikemudian hari. Lokasi harus sesuai untuk konstruksi bangunan, tidak pada lokasi rawan bencana, tidak pada area rawan banjir,  dan harus mudah diakses dari berbagai arah, utamanya yang berkaitan dengan fasilitas umum yang ada, dan sebaiknya terletak pada jalur utama transportasi umum. Ketersedaiaan sumber air mengingat kebutuhan air untuk pasien mencapai 300 – 400 liter setiap harinya maka sumber air harus dipertimbangkan secara matang. Pengolahan air limbahnya harus sudah dipertimbangkan dari awal. Muka air tanah harus di perhitungkan agar instalasi sytem limbahnya tidak kesulitan, dengan mengetahui muka air tanah kita dapat tentukan jenis material pipa air yang akan dipakai. Jenis tanah juga harus dipertimbangkan untuk efisiensi jenis fondasi  yang akan di rancang. Fasilitas lain yang harus di perhatikan adalah, sumber listrik PLN, telephone, kondisi jalan, dan kondisi saluran pembuangan yang sudah ada

    1. Perekonomian masyarakat dimana rumah sakit tersebut akan dibangun.

Perekonomian di area dimana rumah sakit akan di dirikan: kita harus mempelajari kapsitas pendapatan rata-rata (kesejahteraan) masyarakat di area tersebut sehingga kita dapat menentukan “kemewahan” dan kelengkapan peralatan yang akan kita sediakan.  Kita harus selalu melihat bahwa masyarakat sekitar rumah sakit harus mampu secara ekonomi memanfaatkan pelayanan yang kita sediakan. Fasilitas yang kita bangun harus tersedia untuk semua kategori lapisan masyaraka

    1. Kebutuhan calon pelanggan pada pelayanan yang akan disediakan Rumah Sakit

Kemungkinan sebagai rumah sakit rujukan: Di dalam survey awal kita harus menemukan apakah masyarakat dapat menggunakan pelayanan dari institusi yang kan kita bangun, kita harus melihat keberadaan rumah sakit  tersebut akan mampu memberikan pelayanan pada masyarakat yang datang dari luar daerah dimana RS tersebut didirikan, sehingga diperlukan fasilitas penginapan atau sejenisnya

    1. Ketersediaan Tenaga Kerja

Ketersediaan SDM: Kita harus mampu memastikan apakah tersedia cukup tenaga paramedic dan lainnya secara langsung di area tersebut ataukah harus didatangkan dari luar daerah, hal ini harus diperhitungkan dari awal karena akan berkaitan dengan banyak permasalahan, yang implikasinya adalah benilai financial

    1. Sumber daya Financial

Sumber Financial: Sebelum kita memulai proyek yang kita rencanakan, kita harus menganilsa sumber financial yang ada. Sebagian besar dana yang kita butuhkan dapat kita peroleh dari bank atau institusi pendanaan yang lain (bank lebih aman). Kita harus merencanakan dan menghitungnya secara detail sehingga kebutuhan semua dana harus sudah tercukupi dari awal, dan tidak akan terjadi pemberhentian proyek ditengah jalan. Sering terjadi perencananaan yang tidak dilakukan dengan teliti akan mengacaukan proses pembangunan dan tidak sedikit proyek yang “mangkrak”. Kita harus menghitung budged secara akurat dan mengetahui bahwa PBP –nya mencapai 7 hingga 10 tahun, baru proyek tersebut kita nyatakan feasible :”layak”.  Di dalam Rumah Sakit, peralatan medis sangat mahal harganya, dan sering terjadi perkembangan peralatan medis terjadi dalam waktu yang relative singkat. Kita harus budayakan memproses perencanaan secara mendalam, detail dan gunakan waktu lebih lama untuk mewujudkan perencanaan yang sempurna, dibandingkan sebaliknya.  Perencanaan yang dibuat secara “cepat jadi” cenderung akan mengakibatkan biaya tinggi karena banyak terjadi perubahan dan modifikasi dalam proses pelaksanaannya.

  1. Perencanaan bangunan, peralatan dan fasilitas penunjang lainnya:

Setelah proses survey selesai dilakukan mulailah dengan perencanaan bangunan, sebaiknya kita menunjuk perencana yang khusus menangani proyek-proyek rumah sakit,  menyiapkan master layout, untuk menentukan posisi berbagai unit bangunan  (alur).  Di dalam pembuatan master plan ini harus sudah terakomodir semua kebutuhan ruang dan dimensinya untuk tiap-tiap departemen.

Rumah sakit dapat dibagi ke dalam rumah sakit corporate, rumah sakit pemerintah, dan klinik swasta, atau rumah sakit umum yang akan memiliki semua departemen dan klasifikasi rumah sakit khusus (rs mata, cancer, dll).

Sesuai kondisi perekonomian pasien dan kebutuhan komunitas di area tersebut, ruang rawat inap dirancang. Pada beberapa tempat, kita sebaiknya memiliki lebih banyak ruang yang “mewah”  dan bisa jadi di tempat lain kita lebih banyak membutuhkan ruangan standard dan umum. Untuk itu sudah ada pedoman dari depertemen kesehatan tentang hal ini. Fasilitas lain yang harus ada antara lain; toilet, medical store, optical store, lobby, space area, taman, parking area, dll. Nurse station harus diposisikan pada posisi tengah, ruang perawatan harus dikondisikan senyaman dan setenang mungkin, reception harus memiliki atmosphere penyambutan yang hangat untuk semua orang yang datang ke rumah sakit. Ketika kita merencanakan pembangunan infrastruktur, kita harus memilih material yang sesuai dengan kondisi alam Indonesia sehingga cara dan biaya maintenance akan dapat dikontrol secara efisien.

Perencanaan dan Koordinasi dengan pihak lain yang mungkin diperlukan:

    1. Pembelian tanah dan atau sertifikasi tanah
    2. Legal Opinion (Pembentukan PT) oleh owner
    3. Ijin Prinsip oleh owner
    4. Penunjukan pembuatan Feasibility Study
    5. Penunjukan pembuatan AMDAL
    6. Penunjukan Perencana Khusus Rumah Sakit
    7. Persetujuan Perencana
    8. Penunjukan Kontraktor dan Pengawas khusus Rumah Sakit
    9. Proses Pembangunan
    10. Pembuatan Spesifikasi peralatan medis dan non medis (oleh konsultan
    11. Persetujuan spesifikasi peralatan medis dan non medis
    12. Pembelian Peralatan medis dan non medis
    13. Recruitment (top level management) oleh konsultan rs
    14. Regristration (pengajuan Ijin Operasional
    15. Recruitment middle level management oleh top level management
    16. Operasionalisasi Rumah Sakit bisa didampingi konsultan rumah sakit
    17. Perpajakan

taken from : http://www.konsultanrumahsakit.com

 

Oleh: Shofiatul Fajriyah | Desember 11, 2011

Interaksi Obat : Vitamin dan Mineral Vs Obat

 

Vitamin dan Mineral biasa kita jumpai dalam bentuk sediaan Multivitamin dan suplemen yang mudah kita didapatkan di apotek dan toko obat. Sediaan Multivitamin dan supplement termasuk obat bebas atau obat OTC yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Penggunaanya pun tanpa aturan khusus, karena tidak memiliki efek samping yang signifikan.

Walaupun begitu, penggunaan vitamin dan mineral harus diperhatikan. Pada dosis lazim zat tersebut akan sangat berguna oleh tubuh, namun pada dosis tinggi akan mengganggu keseimbangan tubuh, malah akan menimbulkan suatu efek yang tidak diinginkan.

Penggunaan vitamin dan mineral relative aman walaupun digunakan secara rutin. Namun dalam beberapa keadaan, penggunaan multivitamin dan suplemen sebaiknya diperhatikan, salah satunya jika vitamin dan mineral diberikan bersamaan dengan obat lain. Vitamin dan Mineral dapat berinteraksi dengan beberapa obat. Oleh karena itu Tenaga kefarmasian perlu mengetahui interaksi obat. Tenaga kefarmasian sebaiknya melakukan konseling terhadap pasien, mengingat Vitamin dan Mineral dapat dibeli bebas di apotek dan toko obat.  Pengetahuan terhadap interaksi obat ini tidak pula menyebabkan kita over-reacting atau paranoid, dengan serta-merta meng-avoid salah satu obat untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan. Hal tersebut dikarenakan  interaksi obat bisa dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya adalah dosis, cara pemberian, waktu pemberian, dan faktor lain2. Farmasis sebaiknya bijak dalam menghadapi interaksi obat ini, dengan memperhatikan kebutuhan pasien dan keamanan pasien. Berikut beberpa contoh interaksi obat dengan vitamin dan mineral

VITAMIN

Vitamin A

Vitamin A berinteraksi dengan produk yang mengandung senyawa retinoid (seyawa kimianya menyerupai vitamin A). Retinoid terdiri atas isotretinoin dan acitretin, yang biasanya digunakan pada obat jerawat dan obat psoriasis. Jadi jika ada pasien mendapat resep yang dimana isinya produk yang mengandung retinoid, pharmacist harus memperingatkan pasien itu untuk menghindari penggunaan vitamin A. Karena dapat meningkatkan toksisitas vitamin A. Pharmamcist juga sebaiknya menginfokan gejala toksisitas vitamin A kepada pasien, yang meliputi mual, muntah, pusing, penglihatan kabur,
Contoh obat jerawat yang mengandung retinoid adalah : Retin-A®, Nuface®, Jeraklin®, Skinovit®, Tracne®, Trentin®, Vitacid®, dll

Vitamin B6

Vitamin B6 atau disebut juga dengan pyridoxine, adalah vitamin yang larut air, yang digunakan dalan penanganan defisiensi vitamin B6 dan beberapa kasus anemia. Piridoksin dapat menurunkan efek obat dari fenitoin dan levedopa. Efek ini tidak terlihat jika levedopa diresepkan kombinasi dengan carbidopa. Kombinasi levedopa dan carbidopa dapat mencagah interaksi tersebut. Jika pasien menerima resep levodopa tanpa kombinasi dengan carbidopa, maka pharmacist sebaiknya memberi peringatan terhadap pasien agar tidak mengkonsumi vitamin B6 atau produk obat yang mengandung vitamin B6. Hal itu dikarenakan Vitamin B6 pada dosis kecil (sekitar 10-25 mg Vitamin B6) cukup untuk menghambat ativitas levedopa.

Pada kasus tertentu Vitamin B6 pada dosis tinggi dapat menurunkan konsentrasi fenitoin dalam serum, jadi dapat menurunkan khasit dari phenitoin. Salah satu studi mengunkapkan bahwa terdapat pasien mengalami seizure disorder terkait dengan penggunaan vitamin B6 200mg/hari. Penggunaan vitamin tersebut dapat menyebabkan terjadinya penurunan konsentrasi fenitoin hampir 50%. Sedangkan efek Vitamin B6 dengan dosis dibawah 200mg/hari terhadap kadar fenitoin di dalam plasma belum terbukti secara jelas. Selama penggunaan fenitoin, disarankan pasien untuk tidak mengkonsumsi Vitamin B6, jika ingin tetap menggunakan suplemen Vitamin B6, dosis multivitamin diperkecil atau dosis fenitoinnya yang diperbesar

*contoh obat yang mengandung phenytoin : Dilantin, Ikaphen, Kutoin-100, Movileps, Phenilep.
contoh multivitamin yang mengandung Vitamin B6 200mg/tab : Farbion®, ikaneuron®, Lapibion®, Licobion®, Daneuron®, Corobion®, Corsaneuron®, Biomex®, Biocombin®, Betrion®, Neurodex®, Neurosanbe®, Mersibion®, dll

Vitamin E

Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin ini biasanya digunakan pada penanganan defisiensi vitamin E, atherosclerosis, penyakit alzeimer, dan pada beberapa kanker. Vitamin ini juga merupakan suplemen yang diberikan pada pasien dengan cardiovascular disease. Beberapa kasus yang dilaporkan adalah bahwa Vitamin E dapat meningkatkan resiko pendarahan jika Vitamin E diberikan secara bersamaan dengan Warfarin. Efek samping ini biasanya terjadi jika pemberian vitamin dalam dosis besar (lebih dari 800 IU). Farmasis sebaiknya menyarankan pada pasien yang menggunakan warfarin, jika ingin menkonsumsi supplement vitamin E lebih baik dalam bentuk sediaan multivitamin, lebih baik tidak menggunakan supplement vitamin yang kandungannya hanya tunggal/Vitamin E saja.

Masih controversial bahwa vitamin E dan suplemen antioksidan berefek pada khemoterapi. Secara teori terdapat adanya interaksi antara antioksidan dengan agen kemoterapi yaitu dengan mengganggu mekanisme oksidatifnya. Dalam klinis interaksi ini masih belum diketahui. Tapi walaupun belum dikaetahui secara klinis, akan bermanfaat jika Farmasis menyarankan pasien untuk menghindari penggunaan supplement antioksidant ketika menjalani pengobatan kemoterapi. Walaupun begitu, terkadang antioksidan digunakan juga untuk mencegah atau mengurangi efek toksik dari agen khemoterapi tertentu. Pasien yang sedang menjalani kemoterapi sebaiknya jangan sembarangan mengkonsumsi supplement atas inisiatif sendiri, sebaiknya dikonsultasikan dan diceritakan  kepada dokter onkologi,  suplemen apa saja yang akan di gunakan oleh pasien.

*dipasaran sediaan vitamin E tunggal tersedia dalam 100 IU (Lanturol®, Nature-E®, Tokovin®), 200 IU (Bio-E 200®, Dalfarol®, Evion 200®, Lanturol-200®, Prima-E®, Vitaferol® dll), 400 IU (Dalfarol®, Lanturol-400®, Naturol®, Proxidan 400®, Vinpo-E®, dll)

*contoh sediaan obatyang mengadung Warfarin : Simarc-2®, Warfarin Eisai®

Vitamin K

Vitamin K berinteraksi dengan warfarin. Saat Warfarin dan Vitamin K diberikan secara bersamaan, efektivitas Warvarin menurun. Hal ini dapat meningkatkan resiko pada pasien yang mendapat terapi suboptimal antikoagulan, hal ini dapat memicu tromboembolic pada  pasien dengan deep venous thrombosis, pulmonary embolism, myocardial infarction, or stroke. Vitamin K terdapat pada sayuran hijau seperti bayam dan brokoli. Farmasis sebaiknya menyarankan pasien dengan terapi warfarin untuk menjaga asupan vitamin K dari sayuran hijau secara konsisten, hindari penggunaan suplemen yang mengandung vitamin K yang tidak konsisten. Sebagai contoh pasien sebaiknya tidak merubah asupan rutin suplemen yang mengandung vitamin K.

*contoh suplemen yang mengandung vitamin K : Provital®

Niasin

Niasin biasanya digunakan untuk treatment hyperlipidemia dan pellagra. Beberapa pasien yang menderita hiperlipidemia melakukan self-medication dengan mengkonsumsi suplemen yang menagandung niasain. Kombinasi niasin dan HMG-CoA redctase inhibitors (statin) dapat meningkatkan resiko myopathies dan rhabdomyolysis. Penggunaan niasin dengan statin direkomendasikan hanya jika penggunaannya lebih bermanfaat untuk menurunkan lipid daripada resiko myopaties dan rhabdomyolysis. Intraksi antara niasin dan obat statin terjadi bila dosis niasin 1g /hari atau lebih dari itu. Biasanya niasin pada sediaan obat OTC tidak tersedia dalam dosis tinggi. Farmasis sebaiknya menganjurkan pasien agar mengkonsumsi niasin atas dasar pengawasan dokter.
* Contoh sediaan multivitamin dengan Niasin : Biocholes® (Niasin 6mg), Kitoles® (Niasin 30 mg), Niaspan® (Gol Obat G, Niasin 375 mg, 500mg, 750mg, 1000mg)

Asam Folat

Asam folat biasanya digunakan untuk menangani dan mencegah defisiensi asan folat. Suplemen asam folat biasanya direkomendasikan selama pengobatan methotrexate sebagai propilaksis keracunan pada pasien penderita rheumatoid dan psoriasis. Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen asam folat menurunkan toksisitas methotrexate. Fatmasis sebaiknya merekomendasikan suplemen asam folat pada pasien dengan pengobatan methotrexate untuk penderita rheumatoid arthritis atau psoriasis, terutama jika terdapat efek samping (toksisitas) yaitu berupa sel darah yang tidak normal, mucositis dan diare terjadi. Walaupun begitu perlu dicatat bahwa asam folat dapat menurunkan efektifitas dari methotrexate pada terapi kanker.

Asam folat dilaporkan juga dapat menurunkan efektifitas dari phenitoin, hanya dengan dosis 5 mg/hari atau lebih, dimana pada dosis ini bukan merupakan sediaan obat OTC

*Contoh sediaan yang mengandung asam folat: Avomix®, Armovit®, Cerebrovit Active®, Lipagent®, Lactacin®, Vomilat®, Provital®, dll

MINERAL

Kalsium

Kalsium adalah mineral yang digunakan untuk mencegah atau mentreatment osteoporosis. Kalsium ditemukan pada makanan sehari-hari. Kalsium tersedia dalam bentuk suplemen, kalsium terdapat juga dalam sediaan obat antasid. Karena interaksi beberapa obat dengan kalsium begitu signifikan, maka farmasis perlu menyakan asupan kalsium pasien tiap harinya.

Mekanisme interaksi kalsium dengan beberapa obat yaitu dengan menurunkan absorbsi obat denagan mekanisme ‘chelat’. Interkasi signifikan terjadi pada antara kalsium dengan beberapa antibiotik yaitu tetrasiklin dan antibiotic golongan fluoroquinolon. Kalsium karbonat dapat menurunkan bioavailibilitas ciprofloxacin sampai 40%. Pasien dengan pengobatan tetrasiklin dan antibiotic fluoquinolon sebaiknya dihindari penggunaan supllemen kalsium selama pengobatan tersebut

Farmasis sebaiknya menginstruksikan pasien untuk memberi jeda antara minum suplemen kalsium/antacid dengan antibiotik tetarasikin/antibiotic golongan flurokuinolon. Masih kontrovesial tentang waktu jeda, tapi paling tidak minimal diberi jeda selam dua jam, ada beberapa sumber yang mengatakan diberi jeda minimal 4-6 jam.  Sebagai contoh penggunaan suplemen kalsium dan levothyroxine diberi jeda minimal 4 jam.

Sebagai tambahan, penting dicatat bahwa ada beberapa obat yang apabila digunakan secara terus menerus dapat berefek terhadap jumlah kalsium yang berada dalam tubuh, Misalnya kortikosteroid dapat menurunkan absorbsi kalsium, dimana dalam waktu lama dapat memicu osteoporosis. Obat-obatan seperti Phenitoin, Phenobarbital dan orlistat dapat meneurunkan jumlah kalsium dalam tubuh. Pasien dengan pengobatan tersebut, lebih baik dibarengi dengan asupan suplemen kalsium, terutama suplemen kalsium yang juga mengandung vitamin D. Disinilah peran Farmasis dalam merekomendasikan asupan kalsium

Alumunium dan Magnesium

Alumunium dan magnenisum memang tidak tersedia dalam bentuk suplemen, walaupun begitu magnesium dan alumuniaum terdapat dalam obat OTC seperti pada antacid. Seperti kalsium, kedua meineral ini dapat mengikat beberapa obat, sehingga dapat menurunkan bioavaibilitas dan menurunkan efektifitas obat tersebut. Obat yang dipengaruhi oleh kedua mineral ini adalah, antibiotic fluorokuinolon, tetrasiklin, bisphosponat dan levothyroxine. Farmasis sebaiknya menyarankan pasien untuk memberi jeda (paling tidak 2 jam) dalam mengkonsumsi keduanya.

Besi

Suplemen besi dibutuhkan bila tubuh tidak dapat membentuk sel darah merah yang cukup. Kekurangan besi dapat menyebabkan kelelahan, kesulitan bernafas, menurunkan kekuatan fisik tubuh, menurunkan daya belajar, dan dapat meningkatkan resiko infeks.

Pasien disarankan untuk menghindari penggunaan suplemen besi bersamaan dengan Antibiotik Tetrasiklin, Antibiotik gol Fluoroquinolone, Digoxin, or Levothyroxine.Setidaknya diberi waktu jeda 2 jam. Pasien yang menggunakan suplemen kalsium dan besi, sebaiknya diberikan informasi sebaiknya digunakan pada waktu yang berbeda karena kedua suplemen tersebut saling bersaing untuk diabsorbsi.

Garam besi juga dapat berinteraksi pada abosrbsi levedopa, sehingga dapat menurunkan kadar levedopa dalam darah. Pasien denagan syndrome Parkinson sebaiknya dilarang penggunaan suplemen besi. Apabila keadaanyan sangat membutuhkan suplemen besi, maka dosis levedopa sebaiknya ditingkatkan. Besi juga memperburuk hipertensi pada pasien yang sedang mendapatkan pengobatan metildopa, maka penggunaan suplemen besi sebaiknya jangan terus menerus.

Absorbsi besi dipengaruhi oleh keasaman lambung. Besi tidak dapat diabsorbsi dengan baik bagi pasien yang sedang mendapatkan obat PPI (Omeprazol, Lanzoprazol dll), karena obat PPI tersebut dapat menurunkan keasaman lambung. Pada pasien yang mengalami defisiensi besi, namun dia sedang mendapat pengobatan PPI, maka direkomendasikan pemberian suplemen besi secara intravena. Karena suplemen besi merupakan obat OTC, maka interaksi ini biasanya sulit diidentifikasi. Oleh karena itu Farmasis sebaiknya menanyakan pasien apakah ia sedang menggunakan obat lain, selain mengkonsumsi suplemen Besi.

Kalium

Walaupun Suplemen Kalium ini merupakan jenis suplemen atas resep dokter, namun ada beberapa obat OTC yang mengandung Kalium. Beberapa obat yang dapat meningkatkan konsentrasi kalium dalam tubuh, dapat berinteraksi denga supplement Kalium. Pasien yang harus diberi warning untuk mengkonsumsi suplemen kalium, adalah pasien yang sedang mendapatkan pengobatan ACE Inhibitor (sbg contoh captopril), Digoxin, Indomethacin, obat diuretic seperti Triamterene dan Spronolacton

Walaupun kalium yang terdapat pada obat OTC (pada produk multivitamin n mineral) tidak menyebabkan interaksi obat, namun Farmasis sebaiknya memberi warning kepada pasien yang mempunyai resiko interaksi, yaitu pasien yang mempunyai riwayat gangguan ginjal.

Saat Farmasis menkoseling pasien untuk tidak mengkonsumsi supplement kalium secara berlebihan, maka diberitahukan juga tentang penggunaan produk Garam Subtitusi yang di jual supermarket. Garam tersebut menggunakan Kalium untuk mensubtitusi Natrium. Diberitahukan juga, produk ini sebaiknya dihindari untuk pasien yang mempunyai resiko hyperkalemia. Karena resiko akan lebih besar pada penggunaan garam subtitusi dari pada penggunaan kalium yang terkandung pada obat multivitamin dan mineral.

Semoga tulisan ini bermanfaat🙂

*Sumber : US Pharm. 2007;1:42-55.  dan sumber lainnya

TUJUAN PRAKTIKUM

Mengisoalsi sentawa kafein dari simplisia teh hitam (Camellia sinensis

DASAR TEORI

Di zaman dahulu, genus Camellia dibedakan menjadi beberapa spesies teh yaitu sinensis, assamica, irrawadiensis. Sejak tahun 1958 semua teh dikenal sebagai suatu spesies tunggal Camellia sinensis dengan beberapa varietas khusus, yaitu sinensis, assamica dan irrawadiensis. Menurut Graham HN (1984); Van Steenis CGGJ (1987) dan Tjitrosoepomo G (1989), tanaman teh Camellia sinensis O.K.Var.assamica (Mast) diklasifikasikan sebagai berikut :

Divisi                      : Spermatophyta (tumbuhan biji)

Sub divisi              : Angiospermae (tumbuhan biji terbuka)

Kelas                      : Dicotyledoneae (tumbuhan biji belah)

Sub Kelas              : Dialypetalae

Ordo (bangsa)    : Guttiferales (Clusiales)

Familia (suku)    : Camelliaceae (Theaceae)

Genus (marga)   : Camellia

Spesies (jenis)   : Camellia sinensis

Varietas              : Assamica

Teh Hitam (Black Tea, Theae Nigra Folium, Schwarzer Tee) di dapat dari hasil peragian daun muda Camellia sinensis (L). Teh berasal dari pegunungan sebelah tenggara asia, sekarang dibudidayakan di hampir semua negara di daerah lintang utara antara 30 dan  40. Tergantung dari asalnya teh hasil fermentasi mengandung kafein 1-5%(min 2% menurut Ph.Gall.8) disamping teobromina dan teofilina yang kandunganya sangat kecil. Tanin dan hasil reaksi berwarna gelap (flobafena) dapat mencapai 25% (Stahl, 1985)

Secara umum ada tiga jenis teh yaitu:

  1. Teh yang tidak terfermentasi (Teh Hijau dan teh Putih )

Teh putih terbuat dari tunas dan daun muda yang diuapkan atau dikeringkan untuk meninaktifkan enzim polifenol oksidase. Teh putih dapat mempertahankan katekin dengan konsentrasi tinggi yang terdapat pada daun teh segar. Teh hijau terbuat dari daun teh yang lebih tua daripada teh putih., dengan melayukan, menguapkan dan pengeringan.Walaupun Teh hijau juga kaya akan katekin, tetapi mempunyai profil katekin yang berbeda dengan teh putih ( Santana-Rios, 2001)

  1. Teh semifermentasi ( Teh Oolong)

Dalam preparasinya daun teh “ dirusak atau dimemarkan” untuk mengeluarkan enzim poliphenol oksidase pada daun. Teh oolong  difermentasi dengan waktu yang lebih singkat daripada teh hitam. Akibatnya, kandungan katekin, theaflavin, dan thearubigin mempunyai konsentrasi diantara teh tak terfermentasi dan teh terfementrasi sempurana (Balentine, 2000)

  1. Teh Fermentasi sempurna ( Teh Hitam )

Daun teh menjadi teh hitam akibat proses pengrusakan daun untuk memaksimalkan interaksi antara katekin dan polifenol oksidase. Saat katekin kontak dengan polifenol oksidase, katekin saling bergabung membentuk dimer dan polimer, yang dikenal dengan nama theaflavin dan thearubigins. Proses oksidasi ini dalam industri dikenal denga “fermentasi”. Teh Hitam ini mengalami fermentasai sempurna sebelum mengalami proses pengeringan, akibatnya kebanyakan teh hitam kaya akan theaflavin dan tearubigins, tetapi katekinnya rendah (Lakenbrink, 2000)

Senyawa bioaktif di dalam teh, diantaranya adalah;

1.  Flavonoid

Flavonol merupakan golongan senyawa flavonoid yang paling banyak pada teh. Monomer flavonol yang paling banyak dikenal adalah katekin. Jenis katekin yang terdapat dalam teh antara lain: epikatekin (EC), epigallocatechin (EGC), epikatekin gallat (ECG) dan epigallokatekin gallate (EGCG) ( Balentine, 2000)

2.  Kafein

Semua jenis teh mengandung kafein, kecuali teh yang mengalami proses dekafeinnasi. Di tunas dan daun muda teh terdapat kadar kafein lebih tinggi daripada daun yang tua (Lin YS, 2003).

Komposisi kafein dalam teh dan kopi (Astill,2001; McCusker,2003)

Tipe Teh

Caffeine (mg/liter)

Caffeine (mg/8 ounces)

Hijau

40-211

9-50

Hitam

177-303

42-72

Coffee, brewed

306-553

72-13

3. Fluor

Tumbuhan teh mengakumualasi fluoride di daun. Secara umum, daun teh yang tua mengandung fluoride lebih banyak (Wong, 2003). Brick Tea, teh kualitas yang rendah, yang terbuat dari daun teh yang tua, mengandung fluoride yang sangat tinggi.  Simptom dental fluorosis ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa di Tibet yang mengkonsumsi Brick Tea (Fung, 1999)

Fluoride yang terkandung dalam teh ( Fung, 1999)

Tipe teh

Fluoride (mg/liter)*

Fluoride (mg/8 ounces)

Hijau

1.2-1.7

0.3-0.4

Oolong

0.6-1.0

0.1-0.2

Hitam

1.0-1.9

0.2-0.5

Brick tea

2.2-7.3

0.5-1.7

Dari investigasi proses manufaktur dari salah satu macam teh hitam menyatakan bahwa proses pembuatan teh hitam terdiri dari lima langkah yaitu; whithering, rolling, fermentation, drying, dan sorting (Lin D, 2004).

  1. Whithering.

Setelah daun teh dipanen, daun teh dilayukan dengan menghembuskan udara datasnya.

  1. Rolling

Proses penghancuran daun teh  dapat dilakukan dengan dua cara yaitu CTC ( Crush, Tear, Curl ) dan orthodox. Cara CTC dengan menggunakan mesin, cara ini efektif dan efisien serta dapat menghasilkan produk dengan kualitas tinggi, sedang rendah. Proses orthodox menggunakan mesin dan tangan (manual). Proses secara manual menghasilkan produk teh berkualitas tinggi.

  1. Fermentation

Daun ini mengalami oksidasi pada temperatur dan kelembapan yang terkontrol. Tingkat oksidasi dapat membedakan kualitas dari teh hitam. Waktu fermentasi sebenarnya sudah dimulai saat proses rolling. Jadi proses diantara rolling dan fermentasi ini sangat penting dalam menentukan kualitas teh

  1. Drying

Pengeringan ini bertujuan untuk menginaktifkan enzim polifenol oksidase sehingga proses oksidasi terhenti

  1. Sorting

Selanjutnya teh disortasi menurut ukuranya ( fragmen utuh, serpihan dan serbuk halus).  Sortasi dapat dilakukan dengan kriteria lain.

Setelah Proses Fermentasi ada perubahan komposisi dan senyawa yang terdapat di dalam teh diantaranya;

  1. Katekin oleh enzim polifenol oksidase mengalami oksidasi menjadi theaflavin dan thearubigin, yang berpengaruh pada aroma, rasa dan warna dari teh hitam ( Mahanta, 1985)
  2. Protein terdegradasi (Mahanta, 1985
  3. Kandungan kafein meningkat (Mahanta, 1985)
  4. Klorofil teroksidasi menjadi senyawa pheophytins (Mahanta, 1985)
  5. Dari hasil oksdasi ditemukan polimer dengan berat molekul tinggi yaitu dibenzotropolones, theadibenzotropolone A, B, C dan Tribenzotropolone, theatribenzotropolone.( Sang, 2004)
  6. Katekin dan metabolit quinon dari katekin menjadi produk yang minoritas ( Tanaka, 2005)
  7. Di dalam teh hitam terdapaat pigmen orange merah yaitu Dehydrotheasinensis dengan struktur1,2 diketon (Tanaka, 2005)
  8. Setelah proses fermentasi, konsentrasi 16 senyawa polisiklik aromatik hydrocarbon (PAHs) menjadi lebih tinggi .(Lin, 2004)

PEMBAHASAN

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menganalisis senyawa aktif atau senyawa mayor dari suatu tanaman . Dalam praktikum ini akan dilakukan isolasi kofein dari teh hitam .

Di  daun teh yang segar terdapat senyawa-senyawa seperti sellulosa, tannin, katekin, enzim polipenol oksidase,  kafein, flavonoid pigmen dan sedikit klorofil. Tetapi setelah mengalami fermentasi senyawa-senyawa tersebut dapat berubah struktur dan komposisinya.  Pada proses fermentasi katekin bereaksi dengan enzim polifenol oksidase menjadi Theaflavin dan Thearubigin yang merupakan mayor pigmen pada the hitam (Sang, 2004). Pada proses fermentasi, protein teregradasi dan klorofil diubah menjadi pheophytin ( PK Mahanta & M Hazarika, 1985). Pada teh fermentasi kandungan kafein meningkat ( PK Mahanta, 1988). Teh Hitam mngandung lebih banyak kafein yaitu 42-72 mg/8ons daripada pada teh hijau yaitu 9-50 mg/8ons ( Astill,2001 ; McCusker, 2003). Kandungan kafein pada the hitam lebih tinggi daripada teh oolong, teh hijau, dan teh segar, namun kandungan Epigllokatekin 3-gallat pada teh hitam terendah daripada the yang lain (Lin, 2003). Karena kafein terdapat dalam teh hitam, dengan komposisi yang banyak, maka akan dilakukan isolasi kafein pada praktikum ini.

Untuk mengisolasi kofein dari teh hitam , mula – mula 25 mg serbuk teh hitam ditempatkan dalam soxhlet extractor kemudian dilakukan ekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol selama tiga jam . Prinsip dari ektraksi adalah menarik suatu senyawa tertentu kedalam pelarut yang sesuai . Alasan digunakan etanol sebagai pelarut karena etanol sebagai pelarut universal, sehingga dapat melarutkan kafein. Hal itu dikarenakan kafein larut dalam etanol dengan perbandingan 1:130 (Clarke, 1986). Selain itu, etanol dapat mengawaaktifkan enzim yang dapat menguraikan asam nukleat, sehingga keberadaan kafein tetap terjaga dalam ekstrak tersebut ( Robinson, 1991 ). Pada dasarnya senyawa induk purina tidak terdapat secara bebas di alam tetapi terikat dalam bentuk asam nukleat . Walaupun ada beberapa diantaranya yang terdapat bebas di alam , tapi hal ini diduga karena proses peruraian dari asam nukeat ataupun karena senyawa murni dari alam . (Robinson, 1991 ) Kofein merupakan purina xanthin sehingga ada kemungkinan kofein terdapat dalam bentuk asam nukleat ataupun dalam bentuk basa bebas ( akibat dari proses hidrolisis asam nukleat ). Oleh karena itu digunakan pelarut etanol yang tidakmerusak asam nukleat sehingga nantinya kofein yang dapat diisolasi lebih banyak . Digunaknan cara soxhletasi untuk melakukan ekstraksi karena soxhletasi mempunyai kelebihan diantaranya : waktu untuk mengekstraksi lebih cepat , ekstraksinya lebih sempurna karena digunakan penyariannya secara kontinyu, Dibutuhkan pelarut yang sedikit, senyawa yang disari lebih banyak. Prinsip dari soxhletasi adalah perendaman bahan yang ekstraksinya melalui pengaliran ulang larutan perkolat secara kontinyu sehingga bahan yang diekstraksi tetap terendam cairan, Akhirnya dengan alat tersebut juga dapat dilakukan ekstraksi melalui aliran bahan pelarut melintasi bahan yang akan diekstraksi secara kontinyu ( Voigt, 1995). Kelemahan dari soxhletasi adalah tidak cocok untuk bahan yang labil terhadap panas . Kofein mempunyai titik lebur Antara 235-237,5 ˚ C , sehingga kofein dapat dikatakan relatif stabil terhadap panas (Farmakope Indonesia Edisi III , 1995 ). Oleh Karena alasan tersebut digunakan cara soxhletasi untuk mengekstraksinya .

Ekstrak yang diperoleh kemudian diletakkan dalam cawan porselein yang telah berisi 12,5 magnesium oksida dalam 75 ml air , kemudian diuapkan hingga kering dengan penangas air . Penambahan magnesium oksida dilakukan dengan tujuan untuk menjerap kofein dalam ekstrak dan untuk menghilangkan senyawa tanin . ( Robinson, 1991 ) Hal tersebut karena tanin cenderung membentuk kompleks dengan kofein sehingga akan mempersulit tahap isolasi kofein. Dengan penambahan Magnesium oksida, tannin akan berikatan dengan Mg dan berubah menjadi bentuk garam, sehingga kafein terlepas dalam keadaan basa bebas. Penguapan dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan sisa air dan etanol karena kofein agak sukar larut dalam etanol .

Tahapan selanjutnya mendidihkan residu dengan menggunakan air mendidih sebanyak tiga kali ( 125ml ; 62,5ml ; 62,5ml ) kemudian disaring selagi panas dengan menggunakan corong buchner . Tujuan mendidihkan dengan menggunakan air adalah untuk mendesorpsi kofein yang muda ( Bentuk nukleosida ) karena bentuk nukleosida mempunyai kelarutan yang baik dalam air  ( Raphael ikan ) . Selain itu kelarutan kafein dalam air mendidih cukup besar yaitu dengan perbandingan 1:1 ( Clarke,1986 )

Bentuk suspensi akibat pemberian magnesium oksida disaring selagi panas dengan menggunakan corong buchner sehingga didapat larutan . Selanjutnya kedalam larutan tersebut ditambahkan 12 ml asam sulfat 10 %, lalu diuapkan hingga 1/3 volume awalnya . Tujuan dari penambahan asam sulfat ini adalah untuk mengendapkan sisa magnesium oksida dan untuk mendenaturasi asam nukleat sehingga dapat mencegah pembentukan ikatan kembali antara kofein dengan asam nukleat. (Robinson, 1991). Larutan tersebut kemudian disaring untuk menghilangkan endapan yang terbentuk akibat penambahan asam sulfat .

Langkah berikutnya adalah mengekstraksi dengan menggunakan 7,5 ml kloroform sebanyak tiga kali dalam corong pisah . Digunakannya kloroform karena kofein mudah larut dalam kloroform ( Farmakope Indonesia Edisi III , 1995 ). Kelarutan kafein dalam klorofom yaitu dengan perbandingan 1:7 ( Clarke,1986 ).  Kloroform bersifat non polar, jadi kafein cenderung terlarut dalam kloroform, sedangkan senyawa xantin lain seperti teofilin dan teobromin terlarut  dalam fase air, karena senyawa-senyawa tersebut cenderung bersifat lebih polar daripada kafein. Jadi perlakuan ini bertujuan untuk memisahkan kafein dari derivat xanthin lain.

Kemudian ditambahkan sedikit NaOH 1 % ke dalam ekstrak tersebut yang diikuti penggojongan secara perlahan . Penambahan NaOH berfungsi untuk menghilangkan warna kuning pucat dari ekstrak tersebut dan memberikan suasana basa sehingga kofein mudah larut dalam kloroform . Warna kuning tersebut disebabkan karena pigmen theaflavin dan thearubigin pada teh hitam. Penggojogan dilakukan secara perlahan karena penggojogan yang terlalu kuat akan menyebabkan terjadinya emulsi pada ekstrak . Adanya emulsi akan menyebabkan proses pemisahan yang kurang sempurna. Emulsi juga disebabkan oleh adanya sisa senyawa polifenol yang belum hilang, dengan penambahan NAOH, senyawa fenol menjadi fenolik anion dan membentuk garam, sehingga terjadi surfaktan anionik. Surfaktan tersebut yang menyebabkan emulsi. Hasil dari pemisahan tersebut akan terbentuk dua fase yaitu fase air ( lapisan atas ) dan fase kloroform ( lapisan bawah ). Kofein terdapat dalam fase kloroform .

Kemudian kloroform diuapkan sehingga akan terbentuk serbuk putih berbentuk jarum mengkilat dan menggumpal. Purifikasi senyawa kafein cukup dengan kristalisasi. Kafein dapat menyublim pada suhu 180°C ( Clarke,1986) Untuk mendapatkan kristal kofein yang mentah cukup dengan mengkristalkan kembali serbuk tersebut dengan sedikit air panas . Kristal yang terbentuk dalam percobaan kali ini adalah kristal putih agak kekuningan, seharusnya didapatkan kristal putih mengkilap. Hal ini disebabkan terbentuknya emulsi pada penambahn NaOH, Sehingga NaOH tidak optimal dalam menghilangkan warna kuning pcat pada ekstrak kloroform tersebut. Total kristal kofein yang berhasil diisolasi adalah 156,8 mg

Untuk mendeteksi kebenaran kofein yang didapat dilakukan murexide test dan uji spektrum kofein . Murexide test dilakukan dengan cara melarutkan cuplikan tersebut dalam tiga tetes HNO3  pekat kemudian diuapkan sampai kering dan ditambahkan dua tetes NH4OH , hasil dikatakan positif jika berwarna merah lembayung   ( harborne , 1996 ) . Hal tersebut tidak dilakukan karena tidak tersedianya NH4OH di laboratorium . Uji spektrum kofein dengan sinar uv pada panjang gelombang maksimum 278 nm akan memberikan serapan optimal pada panjang gelombang 260 nm . kofein oleh proses fermentasi akan mengalami oksidasi , senyawa hasil oksidasi kofein akan membentuk warna kuning . ( Stahl ,1970 ) Dasar reaksi inilah yang digunakan Bontemps untuk menetapkan kadar kofein secara spektrofotometri . Dalam praktikum ini uji spektra tidak dapat dilakukan karena spektrofotometri yang ada , kalibrasi alatnya sudah tidak sesuai lagi .

Pada praktikum ini untuk mendeteksi keberadaan kafein digunakan uji kromatografi lapis tipis ( KLT ).   Keuntungan dari sistem KLT antara lain : dengan jumlah zat yang sangat kecil dapat dipisahkan dengan jelas , hasil pemisahan lebih baik dengan batas deteksi lebih rendah , butuh waktu singkat dengan sedikit alat. Langkah untuk melakukan sistem ini cukup dengan menotolkan hasil yang didapat pada lempeng silica GF 254 , kemudian dielusi dengan fase gerak kloroform-etanol (99:1). Pada kromatogram jika dilihat dengan sinar uv pada λ 254 nm maka bercak kofein akan berpendar biru dengan harga Rf sekitar 0,55 – 0,65 (Stahl, 1970 ) . Hasil KLT pada ekstrak kloroform menunjukkan Rf sebesar 0,34, bercak kafein berpendar biru dan sejajar dengan kofein standar.

Pada praktikum ini juga dilakukan KLT preparatif pada ekstrak air, Didapatkan 2 bercak dengan garis memanjang. Bercak tersebut lalu dikerok dan dilarutkan dalam kloroform, lalu ditotolkan pada lempeng KLT silika gel GF 254 dan fase gerak kloroform-etanol (99:1).  Pada plate terdiri dari tiga totolan yaitu dari kiri pembanding, pita bercak paling bawah dan pita bercak paling atas. Didapatkan  Rf dari kiri 0,35; 0,39 ; 0,42. Bercak dengan Rf 0,35 adalah kafein pembanding, Bercak Rf 0,39 adalah senyawa lain (pengotor), dan Bercak dengan Rf 0,42 adalah kafein yang diisolasi dari teh hitam. Jadi dapat disebutkan pada ekstrak air, kafein masih bercampur dengan semnyawa lain dan, kafein benar-benar terpisah pada ekstrak kloroform.

KESIMPULAN

  1. Kafein dapat di isolasi dari Teh Hitam
  2. Cara ekstraksi yang digunakan adalah soxhletasi dengan etanol 96%
  3. Dalam 25 gram serbuk teh hitam, didapatkan kafein sebanyak 156,8 mg
  4. Purifikasi kafein dapat dilakukan dengan cara kristalisasi
  5. Identifikasi kafein dapat dilakukan dengan penampakan bercak di uv 254 yaitu berpendar biru dengan Rf 0,34

________________________________
*Dalam rangka mendokumentasikan Laporan Praktikum Analisis Kandungan Tumbuhan Obat, when I was study in Pharmacy Gadjah Mada University, with my parters : Victoria Dian K, n Agung Sofyan E,

Laporan tertanggal 14 Desember 2006, selesai pukul 11.47 PM
rencananya dikumpulin keesokanya, tapi karena lupa, pembuat laporan ini tidak membawanya… (fyuhh…padahal direwangi buat laporan sampe tengah malam) hehehe
*warna-warni anak kuliahan yang ditempa oleh siksaan praktikum (alahhh lebay :D)

Older Posts »

Kategori